PERIODE SASTRA “ANGKATAN ‘45”
Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Sejarah Sastra
Pengampu : Adyana Sunanda
Oeh :
1.
Anjar
Lestari ( A310130134 )
2.
Hana
Karuniawati ( A310130143 )
3.
Nurul
Fatimah ( A310130154
)
4.
Fitri
Yulianti (
A310130155 )
5.
Dewi
Novia Anggara ( A310130158 )
Kelas
2 D
PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2014
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah
segala puji syukur hanya kita panjatkan kepada kehadirat Allah Swt atas semua
karunia dan limpahan nikmat lainnya sehingga dapat tersusunnya makalah ini
dengan judul Periode Sastra “Angkatan ‘45”.
Dalam penyusunan
makalah ini penulis menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis ini masih
banyak terdapat kekurangan, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan
kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak pembaca.
Akhirnya penulis
berharap, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca atau pihak yang
membutuhkan.
Surakarta,
15 Mei 2014
Penulis
i
DAFTAR ISI
Halaman
Judul
Kata Pengantar…………………............……………….………..................... i
Daftar
Isi…………………………………………………................................ ii
BAB I PENDAHULUAN……............………………..…….................…....
1
A. Latar
Belakang……………….…..…………......…....................... 1
B. Rumusan Masalah…………………...……...…............................. 1
C. Tujuan Rumusan Masalah............................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN……........…………………………….………........
2
A. Karakteristik Karya Sastra Angkatan Balai
Pustaka....................... 2
B. Karya-karya
Penting Angkatan Balai Pustaka....……….………... 6
C. Sastrawan
yang Berpengaruh pada Angkatan Balai Pustaka.……................................................……..….…......……...
8
BAB III KESIMPULAN…………………………….………….........…...... 11
Daftar Pustaka..................................................................................................... 12
ii
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Periode angkatan Balai Pustaka merupakan suatu
momentum yang penting dalam perkembangan kesusastraan di Indonesia. Mengapa
demikian, sebab angkatan Balai Pustaka merupakan suatu angkatan yang didirikan
sendiri oleh penerbit Balai Pustaka dimana pada angkatan Balai Pustaka terbit
karya-karya seperti roman, novel, cerita pendek, dan drama serta puisi yang
mulai menggantikan kedudukan syair, pantun, gurindam dan hikayat dalam
perbendaharaan karya sastra di Indonesia pada masa ini. Adapun terciptanya
karya-karya tersebut tidak lepas dari sastrawan dan pengarang-pengarang yang
turut ikut serta mewarnai dunia sastra di Indonesia dengan karya-karya yang
dilahirkannya.
Melihat dari pengamatan tersebut, maka penulis
ingin menganalisis suatu kajian tentang periode kesusastraan angkatan Balai
Pustaka dengan tujuan dapat mengetahui lebih terperinci mengenai karakteristik karya
sastra angkatan Balai Pustaka, karya-karya penting angkatan Balai Pustaka dan
sastrawan-sastrawan yang berpengaruh pada angkatan Balai Pustaka.
B. Rumusan Masalah
1. Apa
sajakah karakteristik karya sastra angkatan Balai Pustaka?
2. Seperti
apakah contoh-contoh karya sastra penting angkatan Balai Pustaka?
3. Siapa
sajakah sastrawan-sastrawan yang berpengaruh pada angkatan Balai Pustaka?
C. Tujuan Rumusan Masalah
1. Untuk
memahami karakteristik karya sastra angkatan Balai Pustaka.
2. Untuk
memahami contoh-contoh karya sastra penting angkatan Balai Pustaka.
3. Untuk
memahami sastrawan-sastrawan yang berpengaruh pada angkatan Balai Pustaka.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Hakikat
Angkatan ‘45
Periode
Sastra menurut HB. Jassin seorang kritikus indonesia pada angkatan 1945, bahwa
angkatan tersebut merupakan angkatan yang lahir pada masa sebelum dan awal
kemerdekaan. Pengalaman hidup dan gejolak sosial, politik, budaya telah
mewarnai karya sastrawan angkatan ’45. Karya sastra angkatan ini lebih
realistik dibanding karya angkatan Pujangga Baru yang romantik-idealistik.
Sehingga karya sastra angkatan ini banyak bercerita tentang perjuangan merebut
kemerdekaan.
Angkatan
ini memiliki konsep seni yang diberi judul “Surat Kepercayaan Gelanggang”.
Konsep tersebut menyatakan bahwa mereka ingin bebas berkarya sesuai alam
kemerdekaan dan hati nurani. Penulis yang termasuk ke dalam sastrawan angkatan
’45 adalah Chairil Anwar, Asrul Sani, Idrus, Achdiat K. Mihardja, dam masih
banyak penulis lainnya. Angkatan ’45 lahir dalam suasana lingkungan yang sangat
prihatin dan serba keras, yaitu lingkungan fasisme Jepang dan dilanjutkan
peperangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
B.
Ciri-ciri
Karya Sastra Angkatan ‘45
Berikut ini
merupakan beberapa ciri-ciri yang khas pada karya-karya sastra angkatan ’45.
1.
Terbuka
2.
Pengaruh unsur sastra asing lebih luas
3.
Corak isi lebih realis-naturalis
4.
Individualisme sastrawan lebih menonjol,
dinamis dan kritis
5.
Penghematan kata dalam karya
6.
Ekspresif
7.
Sinisme dan sarkasme
8.
Karangan prosa berkurang, puisi
berkembang
C.
Sastrawan
yang Berpengaruh Pada Angkatan ‘45
BAB
III
KESIMPULAN
Ditinjau dari
pengamatan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa karakteristik yang khas dari angkatan
Balai Pustaka adalah karya sastra yang terbit pada masa itu, sebagian besar
sastra angkatan Balai Pustaka mengambil tema masalah kawin paksa, latar
belakang sosial dari sastra angkatan Balai Pustaka berupa pertentangan paham
antara kaum muda dengan kaum tua, unsur kebangsaan atau rasa nasionalitas pada
karya sastra angkatan Balai Pustaka belum jelas, peristiwa yang diceritakan
sesuai dengan realitas kehidupan masyarakat, analisis psikologis pelakunya
belum dilukiskan secara mendalam, sastra Balai Pustaka merupakan sastra
bertendes dan bersifat didaktis, gaya bahasanya mempergunakan perumpamaan klise atau
menirukan, pepatah, dan peribahasa dan lain sebagainya.
Adapun macam karangan
penting yang muncul pada zaman Angkatan Balai Pustaka adalah Azab dan Sengasara
karya Merari Siregar, Salah Asuhan karya Abdul Muis, Siti Nurbaya karya Marah
Rusli, Salah Pilih karya Nur Sutan Iskandar dan Sengsara Membawa Nikmat karya
Tulis Sutan Sati.
Beberapa pengarang yang
kemudian dikenal sebagai pelopor Angkatan Balai Pustaka adalah, Muhammad Yamin,
Nur Sutan Iskandar, Tulis Sutan Sati, Merari Siregar Abdul Muis, Marah Rusli
dan lain-lain.
DAFTAR
ISI
Afrimawili.
2013. “Karakteristik Sastra Angkatan Balai Pustaka”. http://afrimawili.blogspot.com/2013/01/karakteristik-sastra-angkatan-balai.html. Diakses pada 2 April 2014 pukul 14:05 WIB.
BahasaIndonesiayh.
2012. “Periodisasi Sastra Indonesia”. http://bahasaindonesiayh.blogspot.com/2012/04/periodisasi-sastra-indonesia.html. Diakses pada 2
April 2014 pukul 14:07 WIB.
Hastasa, Teater. 2013. “Sastrawan Angkatan Balai Pustaka”. http://teater-hastasa.blogspot.com/2013/04/sastrawan-angkatan-balai-pustaka.html. Diakses pada 2 April 2014 pukul 14:10 WIB.
Jafarudinbastra. 2012. “Angkatan Balai Pustaka”. http://jafarudinbastra.blogspot.com/2012/06/angkatan-balai-pustaka.html.
Diakses pada 2
April 2014 pukul 14:12 WIB.
Muzzam.
2009. “Angkatan Balai Pustaka”. http://muzzam.wordpress.com/2009/06/20/angkatan-balai-pustaka/. Diakses pada 2
April 2014 pukul 14:15 WIB.
Rampan,
Korrie Layun. 1982. Cerita Pendek
Indonesia Mutakhir; Sebuah Pembicaraan. Yogyakarta: CV Nur Cahaya.
Rani,
Supratman Abdul. 1997. Ikhtisar Roman
Indonesia. Bandung: Pustaka Setia.
Rosidi,
Ajib. 1968. Ikhtisar Sejarah Sastra
Indonesia. Bandung: Binacipta.
Silfiani, Dina Anggi. 2013. “ Sinopsis Novel Salah Pilih Karya Nur”.
http://dinaanggisilfiani.blogspot.com/2013/10/sinopsis-novel-salah-pilih-karya-nur.html. Diakses pada 2 April 2014
pukul 14:17 WIB.
Untari, Mega. 2013. “Angkatan Balai Pustaka”. http://megautari291.blogspot.com/2013/03/angkatan-balai-pustaka.html.
Diakses pada 2
April 2014 pukul 14:19 WIB.
Wikipedia.
2011. “Sastra Indonesia”. http://id.wikipedia.org/wiki/Sastra_Indonesia.
Diakses pada 27 Maret 2014 pukul 14:24 WIB.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar