KURIKULUM SEBAGAI SUATU SISTEM
Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi
Tugas
Mata Kuliah Dasar-dasar Kurikulum
Pengampu : Subekti, M.Pd
Oleh :
1.
Fitri
Yulianti (
A310130155 )
2.
Nyu
Pendi Susilo (
A310130159 )
3.
Ika
Meilyana W (
A310130163 )
4.
Tri
Surahno (
A310130172 )
5.
Sriyani (
A310130173 )
6.
Oky
Sandra (
A310130177 )
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2014
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puji syukur
hanya kita panjatkan kepada kehadirat Allah Swt atas semua karunia dan limpahan
nikmat lainnya sehingga dapat tersusunnya makalah ini dengan judul “Kurikulum
Sebagai Suatu Sistem”.
Dalam penyusunan makalah ini penulis
menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis ini masih banyak terdapat
kekurangan, oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran
yang membangun dari berbagai pihak pembaca.
Akhirnya penulis berharap, semoga makalah
ini dapat bermanfaat bagi para pembaca atau pihak yang membutuhkan.
Surakarta,
14 September 2014
Penulis
ii
DAFTAR ISI
Halaman
Judul
Kata Pengantar…………………............……………….………..................... ii
Daftar
Isi…………………………………………………................................ iii
BAB I PENDAHULUAN……............……………..…….................….... 1
A.
Latar Belakang Masalah.…….…..…………..…....................... 1
B.
Rumusan Masalah…………………...……...…........................ 1
C.
Tujuan Rumusan Masalah......................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN…….........………………………….………........ 2
A.
Pengertian Sistem....................................................................... 2
B.
Komponen-komponen
Kurikulum............................................. 2
C.
Kurikulum Sebagai Suatu
Sistem.............................................. 5
BAB III PENUTUP....……………..............................………….........…..... 6
A.
Kesimpulan................................................................................ 6
Daftar
Pustaka................................................................................................... 7
iii
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Kurikulum
merupakan sesuatu yang dijadikan pedoman dalam segala kegiatan pendidikan yang
dilakukan, termasuk kegiatan belajar mengajar di kelas. Pada saat sekarang ini,
tidak sedikit para ahli kurikulum memaparkan mengenai hakikat kurikulum.
Walaupun seperti demikian, terdapat satu hal penting yang perlu digarisbawahi
dalam setiap esensi kurikulum, bahwa kurikulum berurusan dengan perencanaan
aktivitas siswa. Perencanaan itu biasanya dihubungkan dengan kegiatan belajar
mengajar yang dimaksudkan untuk mencapai sejumlah tujuan.
Kurikulum
juga merupakan “alat kunci”dalam proses pendidikan formal. Tidak mengherankan
apabila alat ini selalu dirombak atau ditinjau kembali untuk mengikuti
perkembangan ilmu pengetahuan dan zaman. Oleh sebab itu, kurikulum juga harus
selalu berkembang serta perlu dibina penerapannya dan dikembangkan prospeknya.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apakah
pengertian sistem?
2. Apa
sajakah komponen-komponen dari kurikulum?
3. Bagaimanakah
kurikulum dapat dikatakan sebagai suatu sistem?
C.
Tujuan
Rumusan Masalah
1. Untuk
memahami pengertian sistem.
2. Untuk
memahami komponen-komponen dari kurikulum.
3. Untuk
memahami kurikulum sebagai suatu sistem.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Sistem
Sistem merupakan
perpaduan dari berbagai komponen (atau sub-sistem) yang diorganisasikan secara
padu sehingga membentuk satu kesatuan untuk mencapai maksud-maksud tertentu.
Komponen-komponen dalam suatu sistem akan berinteraksi satu dengan yang lain
secara erat dan harmonis. Komponen-komponen sebuah sistem mungkin berupa sistem
yang lebih kecil atau sub-subsistem.
Masa kini amat
banyaklah pendekatan yang dapat dipakai dalam menelaah dan mempelajari sesuatu
obyek termasuk diantaranya pendekatan terhadap kurikulum. Satu diantara
pendekatan itu yang cukup populer masa kini adalah pendekatan sistem. Populer
karena pendekatan ini secara sepintas dapat diketahui dengan mudah apa yang
menjadi permasalahan.
Adapun yang dimaksud
dengan sistem adalah sekelompok atau seperangkat obyek/ bagian/ komponen yang
interdependent dan berhubungan satu sama lain, yang dapat menyelesaikan
seperangkat obyektif (tujuan) yang telah ditetapkan lebih dahulu. Sedangkan,
yang dimaksud dengan pendekatan adalah cara mengenal sesuatu obyek. Jadi,
secara singkat dapat dikatakan bahwa yang dimaksud dengan pendekatan sistem
adalah cara pendekatan/ pengenalan sesuatu obyek dengan mengelompokkan obyek
tersebut menjadi kelompok-kelompok yang saling bergantung satu sama lain dalam
rangka mencapai tujuan yang sudah ditetapkan lebih dahulu.
B.
Komponen-komponen
Kurikulum
Seperti yang
dikemukakan oleh Pratt (1980:4) bahwa kurikulum ialah sebuah sistem. Sebagai
suatu sistem, tentu saja mempunyai komponen-komponen ataupun bagian-bagian yang
saling berkaitan dan mendukung untuk membentuk satu kesatuan yang tak
terpisahkan. Menurut Surahmad dalam Burgiyantoro (1988:9) bahwa
komponen-komponen dalam suatu sistem bersifat harmonis, tidak saling
bertentangan. Kurikulum sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan
akan direncanakan mempunyai komponen-komponen pokok tujuan, isi, organisasi,
dan strategi.
1. Tujuan
Pada hakikatnya, kurikulum adalah suatu program yang
dimaksudkan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan. Tujuan itulah yang
dijadikan acuan dalam segala kegiatan penyelenggaraan pendidikan yang
dijalankan. Berhasil atau tidaknya program pengajaran di sekolah dapat diukur
dari seberapa jauh dan banyak pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Dalam setiap
kurikulum sekolah, pasti dicantumkan tujuan-tujuan pendidikan yang harus
dicapai oleh sekolah yang bersangkutan. Ada dua tujuan yang terdapat dalam
sebuah kurikulum sekolah, yaitu sebagai berikut.
a. Tujuan
yang ingin dicapai sekolah secara keseluruhan
Tujuan
ini disebut tujuan institusional atau kelembagaan. Di dalam sebuah kurikulum
sekolah, terdapat dua macam tujuan institusional, yaitu tujuan institusional
umum dan khusus yang keduanya selalu menunjukkan keinsitusionalannya. Biasanya
tujuan ini meliputi aspek-aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai
yang diharapkan dimiliki oleh para lulusan sekolah yang bersangkutan.
b. Tujuan
yang ingin dicapai oleh setiap bidang studi
Tujuan
ini adalah penjabaran tujuan institusional di atas yang meliputi tujuan
kurikulum dan instruksional yang terdapat dalam setiap GBPP (Garis-garis Besar
Program Pengajaran) tiap bidang studi.
2. Isi
Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yang
diberikan kepada anak dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai
tujuan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi
program masing-masing bidang studi tersebut. Jenis-jenis bidang studi
ditentukan atas dasar tujuan institusional sekolah yang bersangkutan.
Isi program suatu bidang studi yang diajarkan
sebenarnya adalah isi kurikulum itu sendiri, atau ada juga yang menyebutnya
sebagai silabus. Silabus biasanya dijabarkan ke dalam bentuk pokok-pokok
bahasan dan sub-subpokok bahasan, serta uraian bahan pelajaran. Uraian bahan
pelajaran inilah yang dijadikan dasar pengambilan bahan dalam setiap kegiatan
belajar mengajar di kelas oleh pihak guru. Penentuan pokok-pokok dan
sub-subpokok bahasan didasarkan pada tujuan instruksional.
3. Organisasi
Organisasi kurikulum adalah struktur program
kurikulum yang berupa kerangka program-program pengajaran yang akan disampaikan
kepada siswa. Organisasi kurikulum dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu
struktur horisontal dan struktur vertikal. Struktur horisontal berhubungan
dengan masalah pengorganisasian kurikulum dalam bentuk penyusunan bahan-bahan
pengajaran yang akan disampaikan. Bentuk-bentuk penyusunan mata-mata pelajaran
itu dapat secara terpisah (separate
subject), kelompok-kelompok mata pelajaran (correlated), atau penyatuan seluruh pelajaran (integrated).
Struktur vertikal berhubungan dengan masalah pelaksanaan
kurikulum di sekolah. Misalnya apakah kurikulum dilaksanakan dengan sistem
kelas, tanpa kelas, atau gabungan antara keduanya. Termasuk dalam hal ini
adalah juga masalah pembagian waktu untuk masing-masing bidang studi untuk tiap
tingkat.
4. Strategi
Komponen strategi dimaksudkan strategi pelaksanaan
kurikulum di sekolah. Masalah strategi pelaksanaan itu dapat dilihat dalam cara
yang ditempuh dalam melaksanakan pengajaran, penilaian, bimbingan dan
konseling, pengaturan kegiatan sekolah secara keseluruhan, pemilihan metode
pengajaran, alat atau media pengajaran, dan sebagainya.
C.
Kurikulum Sebagai Suatu Sistem
Tidak
sedikit analisa yang dilakukan terhadap kurikulum sebagai suatu sistem dimana
antara analisa yang satu dengan yang lain mempunyai banyak kesamaan dalam
memandang kurikulum sebagai sekumpulan pengalaman belajar. Hilda Taba
mengatakan bahwa “All currricula no matter
what their particular design, are composed of certain elements. A curruculum
usually concerns a statement of aim and of specific objective, it indicates
some selection and organization of content,
it either implies or manifests certain patterns of learning and teaching
whether because the content organization require them. Finally, it includes a
program of evaluation of out comes”.
Di
sini secara spesifik Hilda Taba memandang bahwa kurikulum sebagai sistem yang
terdiri dari komponen-komponen tujuan (umum & khusus), seleksi dan
organisasi bahan, corak atau pola belajar mengajar dan program evaluasi
terhadap hasil belajar mengajar.
BAB
III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sistem adalah cara pendekatan/ pengenalan sesuatu
obyek dengan mengelompokkan obyek tersebut menjadi kelompok-kelompok yang
saling bergantung satu sama lain dalam rangka mencapai tujuan yang sudah
ditetapkan lebih dahulu.
Komponen-komponen dalam suatu sistem bersifat
harmonis dan tidak saling bertentangan. Kurikulum sebagai suatu program
pendidikan yang direncanakan dan akan direncanakan mempunyai komponen-komponen
pokok tujuan, isi, organisasi, dan strategi.
Banyak
analisa yang dilakukan terhadap kurikulum sebagai suatu sistem dimana antara
analisa yang satu dengan yang lain mempunyai banyak kesamaan dalam memandang
kurikulum sebagai sekumpulan pengalaman belajar. Kurikulum sebagai sistem yang
terdiri dari komponen-komponen tujuan (umum & khusus), seleksi dan
organisasi bahan, corak atau pola belajar mengajar dan program evaluasi terhadap
hasil belajar mengajar.
DAFTAR
PUSTAKA
Nurgiyantoro,
Burhan. 1988. Dasar-dasar Pengembangan
Kurikulum Sekolah; Sebuah Pengantar Teoritis dan Pelaksanaan. Yogyakarta:
BPFE- Yogyakarta.
Pratt,
David. 1980. Curriculum, Design, and Development.
New York: Harcourt Brace – Jovanovich, Inc.
Soetopo,
Hendyat dan Wasty Soemanto. 1986. Pembinaan
dan Pengembangan Kurikulum; Sebagai Substansi Problem Administrasi Pendidikan.
Jakarta: Bina Aksara.
Surahmad,
Winarno. 1977. Pembinaan dan Pengembangan
Kurikulum. Jakarta: Proyek Pengadaan Buku Sekolah Pendidikan Guru.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar