Senin, 22 Desember 2014

Dasar-dasar Kurikulum [3]

KURIKULUM SEBAGAI SUATU SISTEM


Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah Dasar-dasar Kurikulum
Pengampu : Subekti, M.Pd





Oleh :

                1.      Fitri Yulianti                                  ( A310130155 )
                2.      Nyu Pendi Susilo                           ( A310130159 )
                3.      Ika Meilyana W                            ( A310130163 )
                4.      Tri Surahno                                   ( A310130172 )
                5.      Sriyani                                            ( A310130173 )
                6.      Oky Sandra                                   ( A310130177 )




PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2014



KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji syukur hanya kita panjatkan kepada kehadirat Allah Swt atas semua karunia dan limpahan nikmat lainnya sehingga dapat tersusunnya makalah ini dengan judul “Kurikulum Sebagai Suatu Sistem”.
Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis ini masih banyak terdapat kekurangan, oleh karena itu penulis sangat  mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak pembaca.
Akhirnya penulis berharap, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca atau pihak yang membutuhkan.


                                                                              Surakarta, 14 September 2014


                                                                              Penulis














ii


DAFTAR ISI

Halaman Judul
Kata Pengantar…………………............……………….……….....................     ii
Daftar Isi…………………………………………………................................   iii

BAB I      PENDAHULUAN……............……………..…….................…....    1
A.       Latar Belakang Masalah.…….…..…………..….......................   1
B.       Rumusan Masalah…………………...……...…........................    1
C.       Tujuan Rumusan Masalah.........................................................     1

BAB II    PEMBAHASAN…….........………………………….………........     2
A.       Pengertian Sistem.......................................................................    2
B.       Komponen-komponen Kurikulum.............................................     2
C.       Kurikulum Sebagai Suatu Sistem..............................................     5

BAB III  PENUTUP....……………..............................………….........….....      6
A.       Kesimpulan................................................................................      6

Daftar Pustaka...................................................................................................      7











iii

BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang Masalah
Kurikulum merupakan sesuatu yang dijadikan pedoman dalam segala kegiatan pendidikan yang dilakukan, termasuk kegiatan belajar mengajar di kelas. Pada saat sekarang ini, tidak sedikit para ahli kurikulum memaparkan mengenai hakikat kurikulum. Walaupun seperti demikian, terdapat satu hal penting yang perlu digarisbawahi dalam setiap esensi kurikulum, bahwa kurikulum berurusan dengan perencanaan aktivitas siswa. Perencanaan itu biasanya dihubungkan dengan kegiatan belajar mengajar yang dimaksudkan untuk mencapai sejumlah tujuan.
Kurikulum juga merupakan “alat kunci”dalam proses pendidikan formal. Tidak mengherankan apabila alat ini selalu dirombak atau ditinjau kembali untuk mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan zaman. Oleh sebab itu, kurikulum juga harus selalu berkembang serta perlu dibina penerapannya dan dikembangkan prospeknya.

B.       Rumusan Masalah
1.      Apakah pengertian sistem?
2.      Apa sajakah komponen-komponen dari kurikulum?
3.      Bagaimanakah kurikulum dapat dikatakan sebagai suatu sistem?

C.      Tujuan Rumusan Masalah
1.      Untuk memahami pengertian sistem.
2.      Untuk memahami komponen-komponen dari kurikulum.
3.      Untuk memahami kurikulum sebagai suatu sistem.





BAB II
PEMBAHASAN

A.      Pengertian Sistem
Sistem merupakan perpaduan dari berbagai komponen (atau sub-sistem) yang diorganisasikan secara padu sehingga membentuk satu kesatuan untuk mencapai maksud-maksud tertentu. Komponen-komponen dalam suatu sistem akan berinteraksi satu dengan yang lain secara erat dan harmonis. Komponen-komponen sebuah sistem mungkin berupa sistem yang lebih kecil atau sub-subsistem.
Masa kini amat banyaklah pendekatan yang dapat dipakai dalam menelaah dan mempelajari sesuatu obyek termasuk diantaranya pendekatan terhadap kurikulum. Satu diantara pendekatan itu yang cukup populer masa kini adalah pendekatan sistem. Populer karena pendekatan ini secara sepintas dapat diketahui dengan mudah apa yang menjadi permasalahan.
Adapun yang dimaksud dengan sistem adalah sekelompok atau seperangkat obyek/ bagian/ komponen yang interdependent dan berhubungan satu sama lain, yang dapat menyelesaikan seperangkat obyektif (tujuan) yang telah ditetapkan lebih dahulu. Sedangkan, yang dimaksud dengan pendekatan adalah cara mengenal sesuatu obyek. Jadi, secara singkat dapat dikatakan bahwa yang dimaksud dengan pendekatan sistem adalah cara pendekatan/ pengenalan sesuatu obyek dengan mengelompokkan obyek tersebut menjadi kelompok-kelompok yang saling bergantung satu sama lain dalam rangka mencapai tujuan yang sudah ditetapkan lebih dahulu.

B.       Komponen-komponen Kurikulum
Seperti yang dikemukakan oleh Pratt (1980:4) bahwa kurikulum ialah sebuah sistem. Sebagai suatu sistem, tentu saja mempunyai komponen-komponen ataupun bagian-bagian yang saling berkaitan dan mendukung untuk membentuk satu kesatuan yang tak terpisahkan. Menurut Surahmad dalam Burgiyantoro (1988:9) bahwa komponen-komponen dalam suatu sistem bersifat harmonis, tidak saling bertentangan. Kurikulum sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan akan direncanakan mempunyai komponen-komponen pokok tujuan, isi, organisasi, dan strategi.
1.      Tujuan
Pada hakikatnya, kurikulum adalah suatu program yang dimaksudkan untuk mencapai sejumlah tujuan pendidikan. Tujuan itulah yang dijadikan acuan dalam segala kegiatan penyelenggaraan pendidikan yang dijalankan. Berhasil atau tidaknya program pengajaran di sekolah dapat diukur dari seberapa jauh dan banyak pencapaian tujuan-tujuan tersebut. Dalam setiap kurikulum sekolah, pasti dicantumkan tujuan-tujuan pendidikan yang harus dicapai oleh sekolah yang bersangkutan. Ada dua tujuan yang terdapat dalam sebuah kurikulum sekolah, yaitu sebagai berikut.
a.       Tujuan yang ingin dicapai sekolah secara keseluruhan
Tujuan ini disebut tujuan institusional atau kelembagaan. Di dalam sebuah kurikulum sekolah, terdapat dua macam tujuan institusional, yaitu tujuan institusional umum dan khusus yang keduanya selalu menunjukkan keinsitusionalannya. Biasanya tujuan ini meliputi aspek-aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai-nilai yang diharapkan dimiliki oleh para lulusan sekolah yang bersangkutan.
b.      Tujuan yang ingin dicapai oleh setiap bidang studi
Tujuan ini adalah penjabaran tujuan institusional di atas yang meliputi tujuan kurikulum dan instruksional yang terdapat dalam setiap GBPP (Garis-garis Besar Program Pengajaran) tiap bidang studi.
2.      Isi
Isi program kurikulum adalah segala sesuatu yang diberikan kepada anak dalam kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan. Isi kurikulum meliputi jenis-jenis bidang studi yang diajarkan dan isi program masing-masing bidang studi tersebut. Jenis-jenis bidang studi ditentukan atas dasar tujuan institusional sekolah yang bersangkutan.
Isi program suatu bidang studi yang diajarkan sebenarnya adalah isi kurikulum itu sendiri, atau ada juga yang menyebutnya sebagai silabus. Silabus biasanya dijabarkan ke dalam bentuk pokok-pokok bahasan dan sub-subpokok bahasan, serta uraian bahan pelajaran. Uraian bahan pelajaran inilah yang dijadikan dasar pengambilan bahan dalam setiap kegiatan belajar mengajar di kelas oleh pihak guru. Penentuan pokok-pokok dan sub-subpokok bahasan didasarkan pada tujuan instruksional.
3.      Organisasi
Organisasi kurikulum adalah struktur program kurikulum yang berupa kerangka program-program pengajaran yang akan disampaikan kepada siswa. Organisasi kurikulum dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu struktur horisontal dan struktur vertikal. Struktur horisontal berhubungan dengan masalah pengorganisasian kurikulum dalam bentuk penyusunan bahan-bahan pengajaran yang akan disampaikan. Bentuk-bentuk penyusunan mata-mata pelajaran itu dapat secara terpisah (separate subject), kelompok-kelompok mata pelajaran (correlated), atau penyatuan seluruh pelajaran (integrated).
Struktur vertikal berhubungan dengan masalah pelaksanaan kurikulum di sekolah. Misalnya apakah kurikulum dilaksanakan dengan sistem kelas, tanpa kelas, atau gabungan antara keduanya. Termasuk dalam hal ini adalah juga masalah pembagian waktu untuk masing-masing bidang studi untuk tiap tingkat.
4.      Strategi
Komponen strategi dimaksudkan strategi pelaksanaan kurikulum di sekolah. Masalah strategi pelaksanaan itu dapat dilihat dalam cara yang ditempuh dalam melaksanakan pengajaran, penilaian, bimbingan dan konseling, pengaturan kegiatan sekolah secara keseluruhan, pemilihan metode pengajaran, alat atau media pengajaran, dan sebagainya.




C.       Kurikulum Sebagai Suatu Sistem
Tidak sedikit analisa yang dilakukan terhadap kurikulum sebagai suatu sistem dimana antara analisa yang satu dengan yang lain mempunyai banyak kesamaan dalam memandang kurikulum sebagai sekumpulan pengalaman belajar. Hilda Taba mengatakan bahwa “All currricula no matter what their particular design, are composed of certain elements. A curruculum usually concerns a statement of aim and of specific objective, it indicates some selection and organization of content,  it either implies or manifests certain patterns of learning and teaching whether because the content organization require them. Finally, it includes a program of evaluation of out comes”.
Di sini secara spesifik Hilda Taba memandang bahwa kurikulum sebagai sistem yang terdiri dari komponen-komponen tujuan (umum & khusus), seleksi dan organisasi bahan, corak atau pola belajar mengajar dan program evaluasi terhadap hasil belajar mengajar.




















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Sistem adalah cara pendekatan/ pengenalan sesuatu obyek dengan mengelompokkan obyek tersebut menjadi kelompok-kelompok yang saling bergantung satu sama lain dalam rangka mencapai tujuan yang sudah ditetapkan lebih dahulu.
Komponen-komponen dalam suatu sistem bersifat harmonis dan tidak saling bertentangan. Kurikulum sebagai suatu program pendidikan yang direncanakan dan akan direncanakan mempunyai komponen-komponen pokok tujuan, isi, organisasi, dan strategi.
Banyak analisa yang dilakukan terhadap kurikulum sebagai suatu sistem dimana antara analisa yang satu dengan yang lain mempunyai banyak kesamaan dalam memandang kurikulum sebagai sekumpulan pengalaman belajar. Kurikulum sebagai sistem yang terdiri dari komponen-komponen tujuan (umum & khusus), seleksi dan organisasi bahan, corak atau pola belajar mengajar dan program evaluasi terhadap hasil belajar mengajar.












DAFTAR PUSTAKA

Nurgiyantoro, Burhan. 1988. Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum Sekolah; Sebuah Pengantar Teoritis dan Pelaksanaan. Yogyakarta: BPFE- Yogyakarta.
Pratt, David. 1980. Curriculum, Design, and Development. New York: Harcourt Brace – Jovanovich, Inc.
Soetopo, Hendyat dan Wasty Soemanto. 1986. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum; Sebagai Substansi Problem Administrasi Pendidikan. Jakarta: Bina Aksara.
Surahmad, Winarno. 1977. Pembinaan dan Pengembangan Kurikulum. Jakarta: Proyek Pengadaan Buku Sekolah Pendidikan Guru.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar