Minggu, 21 Desember 2014

Ilmu Alamiah Dasar [2]

BEBERAPA TEKNOLOGI PENTING;
BIOTEKNOLOGI, TEKNOLOGI INFORMASI DAN TEKNOLOGI KEARIFAN LOKAL


Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Ilmu Alamiah Dasar

Pengampu : Alif Noor Anna





Oleh :
              1.      Fitri Yulianti                                 ( A310130155 )
              2.      Devi Ratnasari                              ( A310130148 )
              3.      Wiwit Supriyanti                          ( A310130151 )
              4.      Defi Saputri                                   ( A310130137 )
              5.      Nyu Pendi Susilo                           ( A310130159 )
              6.      Ilham Lazimi                                 ( A310130170 )
              7.      Niken Tri Utami                            ( A310130152 )
              8.      Wahyu Ardi Anto                          ( A310130165 )


PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2014


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah segala puji syukur hanya kita panjatkan kepada kehadirat Allah Swt atas semua karunia dan limpahan nikmat lainnya sehingga dapat tersusunnya makalah ini dengan judul “Beberapa Teknologi Penting; Bioteknologi, Teknologi Informasi dan Teknologi Kearifan Lokal”.
Dalam penyusunan makalah ini penulis menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis ini masih banyak terdapat kekurangan, oleh karena itu penulis sangat  mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak pembaca.
Akhirnya penulis berharap, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca atau pihak yang membutuhkan.


                                                                              Surakarta, 24 Mei 2014


                                                                              Penulis













i
DAFTAR ISI

Halaman Judul
Kata Pengantar…………………............……………….……….....................     i
Daftar Isi…………………………………………………................................    ii

BAB I  PENDAHULUAN……............………………..…….................…....    1
            A.   Latar Belakang……………….…..…………......….......................    1
            B.   Rumusan Masalah…………………...……...….............................    1
            C.   Tujuan Rumusan Masalah...............................................................    2

BAB II PEMBAHASAN……........…………………………….………........     3
A.   Bioteknologi....................................................................................    3
B.   Sejarah dan Perkembangan Bioteknologi.......................................    3
C.   Contoh-contoh Bioteknologi.......................……..….…......……...    4
D.   Teknologi Informasi........................................................................   8
E.   Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi..................................    9
F.   Teknologi Informasi yang Sedang Berkembang Saat Ini...............    10
G.  Teknologi Kearifan Lokal...............................................................    12

BAB III   SIMPULAN DAN SARAN....…………….………….........….....     15

Daftar Pustaka...................................................................................................    16








ii

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah
Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang diperlukan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Perkembangan dari teknologi sendiri yang begitu cepat, secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktifitas yang dilakukannya. Beberapa penerapan teknologi-teknologi penting antara lain dalam dunia bisnis, sektor ekonomi, sektor pemerintahan, ruang lingkup budaya dan pendidikan dan juga dari bidang kesehatan. Dengan ditunjang adanya teknologi-teknologi tersebut, segala aktifitas yang dilakukan dapat berjalan secara efektif, efisien dan tentunya tepat guna.
Di era yang serba canggih ini, teknologi telah menjadi  kebutuhan utama bagi manusia. Teknologi yang berkembang sekarang telah mencakup berbagai macam manfaat dan keunggulan. Dengan memanfaatkan teknologi, seseorang bisa lebih mengefisiensikan waktu untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang dilakukan secara instan. Akan tetapi, segala sesuatu yang dilakukan secara instan tentu saja tidak selalu baik. Ada pula dampak negatif yang dapat timbul yang disebabkan oleh sifat instan yang dimiliki teknologi. Sebagai manusia yang dikaruniai oleh akal yang cerdas, seseorang haruslah dapat menguasai teknologi dengan baik. Bukanlah menjadi teknologi yang menguasai manusia. Manusia yang harus memperbudak teknologi, bukan teknologi yang memperbudak manusia.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apakah yang dimaksud dengan bioteknologi?
2.      Apa dampak bioteknologi bagi manusia?
3.      Apakah yang dimaksud dengan teknologi informasi?
4.      Apakah yang dimaksud dengan teknologi kearifan lokal?

C.    Tujuan Rumusan Masalah
1.      Untuk memahami tentang hakikat bioteknologi.
2.      Untuk memahami dampak bioteknologi bagi manusia.
3.      Untuk memahami tentang hakikat teknologi informasi.
4.      Untuk memahami tentang hakikat teknologi kearifan lokal.
















BAB II
PEMBAHASAN

A.      Bioteknologi
Bioteknologi merupakan terapan biologi yang melibatkan disiplin ilmu seperti mikrobiologi (ilmu yang mempelajari mikroorganisme), biokimia (gabungan ilmu biologi dan ilmu kimia), biologi molekuler, biologi sel, virologi (ilmu yang mempelajari tentang virus), genetika (ilmu yang mempelajari tentang gen/ pewarisan sifat), matematika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa. Dapat pula dikatakan bahwa bioteknologi merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, hewan, tumbuhan, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol), atau bagian dari makhluk hidup tersebut (sel, jaringan) dalam proses produksi untuk suatu kepentingan tertentu.

B.       Sejarah dan Perkembangan Bioteknologi
Sepanjang sejarah perkembangannya, bioteknologi merupakan sebuah perjalanan panjang kegiatan dan inovasi manusia. Pemanfaatan bioteknologi pada zaman dahulu masih sangat konvensional dan dikategorikan sebagai bioteknologi tradisional, seperti pembuatan keju, mentega, tempe, oncom, dan sebagainya yang memanfaatkan fermentasi mikroorganisme.
Akan tetapi, seiring dengan berkembangnya zaman, di awal abad 20, Alexander Flemming menemukan antibiotik penisilin dari jamur Penicillium notatum, dan di tahun 1982, obat berbasis rekombinasi DNA pertama diciptakan, yaitu insulin manusia yang diproduksi dengan memanfaatkan bakteri tanah, E-coli. Di penghujung abad 20, merebak produk bioteknologi maju seperti tanaman transgenik, genechips, dan kloning mamalia, seperti “domba dolly”. Proses pengembangan produk berbasis rekombinasi DNA ini dikategorikan sebagai bioteknologi modern. Dan tidak menutup kemungkinan jika beberapa dekade mendatang akan diwarnai temuan-temuan yang lebih menakjubkan melalui kemajuan bioteknologi.
Selanjutnya, di awal abad ke-21 ini adalah eranya bioteknologi. Bioteknologi mampu melakukan berbagai proses penting dalam dunia industri di beberapa bidang, antara lain bidang kesehatan, pangan, pertanian, serta lingkungan.
1.      Di bidang kesehatan
Penerapan bioteknologi telah menghasilkan produk-produk penting, seperti antibiotik, vaksin, hormon, kit diagnostik, dan produk farmasi lainnya.
2.      Di bidang pertanian
Penerapan bioteknologi mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk pertanian, antara lain penciptaan tanaman varietas unggul tahan hama, stres, dan kekeringan. Dengan penerapan genomik, tanaman dirancang menjadi mesin produksi bagi komoditi penting, seperti obat, vaksin, vitamin, hormon, dan senyawa protein aktif lainnya melalui teknologi molecular farming.
3.      Di bidang lingkungan
Bioteknologi menciptakan mikroorganisme baru yang mampu mengurai limbah atau tumpahan minyak di laut, dan mengurai kandungan logam berat dari tanah untuk keperluan penyuburan lahan.
4.      Di bidang pangan
Dalam bidang ini, bioteknologi memegang peranan yang sangat vital, yaitu dengan memproduksi makanan dengan bantuan mikroba. Contohnya pada pembuatan tempe, nata de coco, brem, anggur, bir, roti, keju, yoghurt, kecap, dan lain-lain.
Dari keseluruhan aplikasi bioteknologi tersebut, pemanfaatan bioteknologi di bidang kesehatan adalah yang terbesar, yaitu sekitar 70-80%.
C.      Contoh-contoh Bioteknologi
Berikut ini adalah beberapa contoh penerapan dari bioteknologi:
1.      Perkembangbiakan sel induk
Penelitian di bidang pengembangan sel induk juga memungkinkan para penderita stroke ataupun penderita penyakit lain yang mengakibatkan kehilangan atau kerusakan pada jaringan tubuh dapat sembuh seperti sediakala.
2.      Rekayasa Genetika
Makhluk hidup dikaruniai beragam sifat yang unik yang tersimpan di dalam gen. Gen merupakan penentu sifat yang berada di dalam kromosom. Jika gen diubah, maka sifat makhluk hidup itu juga ikut berubah. Oleh sebab itu, para ilmuwan berusaha untuk mengubah-ubah gen makhluk hidup agar memperoleh organisme baru dengan sifat yang dikehendaki. Kegiatan memanipulasi organisme gen untuk mendapatkan produk dengan mengubah-ubah gen makhluk hidup disebut dengan rekayasa genetika.
Contoh dari penggunaan rekayasa genetika adalah pembuatan insulin. Gen penghasil insulin manusia dipotong dari DNA manusia dengan enzim. Gen tersebut kemudian disambungkan pada plasmid bakteri E. coli. Hasil sambungan plasmid dan gen insulin lalu dimasukkan ke dalam bakteri E. coli. Bakteri tersebut dipelihara di dalam medium khusus sehingga berkembang biak dengan cepat dan dapat memproduksi insulin manusia. Insulin yang dihasilkan ditampung untuk dijual pada penderita kencing manis (Diabetes Melitus).
3.      Tanaman Transgenik
Sebenarnya tanaman transgenik merupakan salah satu produk dari rekayasa genetika yang dilakukan terhadap tumbuhan. Tanaman ini menjadi penting karena sebagian besar produk yang dikembangkan oleh industri bioteknologi lebih banyak kepada tanaman budidaya yang memiliki nilai jual besar.
Teknik pembuatan tanaman transgenik tidak jauh berbeda dengan pembuatan insulin. Sifat yang biasanya dimasukkan ke dalam tanaman adalah anti hama, anti gulma, mampu memproduksi protein tertentu, dan lain sebagainya.
4.      Kloning
Kloning merupakan teknik membuat keturunan dengan kode genetik yang sama dengan induknya pada makhluk hidup tertentu baik pada tumbuhan, hewan, maupun manusia. Pada tumbuhan (tanaman) biasanya lebih dikenal dengan istilah kultur jaringan. Adapun kloning untuk manusia tidak dilakukan, mengingat dari segi kemanusiaan.
Pada hewan, kloning yang telah berhasil dilakukan, di antaranya pada hewan domba (Dolly); mula-mula inti sel diambil dan tubuh domba, yaitu payudara atau ambingnya, lalu sifat-sifat khusus yang berhubungan dengan fungsi ambing ini dihilangkan. Kemudian inti sel tersebut dimasukkan ke dalam lapisan sel telur domba lain, setelah inti selnya dibuang. Sel telur ini kemudian ditanamkan ke dalam rahim domba agar memperbanyak diri, berkembang, berubah menjadi janin, dan akhirnya dihasilkan bayi domba. Inilah domba yang bernama Dolly itu, yang mempunyai kode genetik yang sama dengan domba pertama (induk) yang menjadi sumber pengambilan sel ambing (Zallum, 1997).
Teknik kloning (klonasi) sendiri pada awalnya bertujuan untuk memperbaiki kualitas tanaman dan hewan serta meningkatkan produktivitasnya, dan mencari obat alami bagi banyak penyakit dari tanaman dan hewan yang mempunyai kualitas yang lebih baik/ unggul, serta diperoleh obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit kronis manusia.
5.      Kultur Jaringan
Teknik kultur jaringan merupakan teknik untuk mendapatkan keturunan suatu tanaman dengan sifat yang identik dengan induknya. Dengan teknik ini menungkinkan didapatkan keturunan dengan jumlah yang jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan perbanyakan tanaman secara biasa (melalui biji), stek, cangkok, dan sebagainya.
Bagian tumbuhan yang dimanfaatkan dalam perbanyakan tanaman dengan kultur jaringan adalah jaringan meristematis tanaman (jaringan yang aktif membelah, seperti ujung akar, ujung batang, bagian daun). Bagian tanaman tersebut dipotong dan ditanam dalam suatu medium tertentu dalam keadaan steril sampai terbentuk kalus (kumpulan sel yang belum berdiferensiasi), kemudian kalus dipindahkan dalam medium baru hingga terbentuk planlet (tanaman kecil), selanjutnya planlet dipindahkan untuk ditanam ke media tanah hingga tumbuh menjadi tanaman dewasa.
6.      Bayi Tabung (In Vitro Fertilization)
Proses pembuahan dengan metode bayi tabung, terjadi jika sel telur (istri) dibuahi oleh sel sperma (suami) tidak di dalam tuba falopii, tetapi dalam suatu wadah yang mempunyai kondisi mirip dengan kondisi alami tuba falopii. Setelah sel telur terbuahi, embrio yang terbentuk selanjutnya ditanamkan ke dalam rahim (istri). Metode ini dilakukan karena proses pembuahan secara alami mengalami gangguan, seperti adanya kelainan pada rahim atau karena lemahnya sel sperma (Zallum, 1997).
7.      Transplantasi organ
Yang dimaksud dengan transplantasi organ di sini adalah pemindahan organ tubuh dari satu manusia kepada manusia lain, seperti pemindahan ginjal dan jantung. Transplantasi organ merupakan pemindahan sebuah organ atau lebih dari seorang manusia (pada saat masih hidup atau setelah mati) kepada manusia lain. Pemindahan organ tubuh dilakukan dalam rangka untuk pengobatan atas suatu penyakit; seperti gagal ginjal atau jantung, atau juga untuk menghilangkan suatu cacat pada pasien seperti cacat mata.
Meskipun penerapan bioteknologi mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan manusia, namun kemajuan di bidang bioteknologi tak lepas dari berbagai kontroversi yang menlingkupi perkembangan teknologinya. Sebagai contoh, teknologi kloning dan rekayasa genetika terhadap tanaman pangan mendapat kecaman dari bermacam-macam golongan.
D.    Teknologi Informasi
Dilihat dari kata penyusunnya, teknologi informasi terdiri dari kata teknologi dan informasi. Secara mudahnya teknologi informasi ialah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan lebih cepat, lebih luas cakupan sebarannya dan lebih lama penyimpanannya.
Teknologi informasi sendiri ialah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, menanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Karena itu, teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah suatu padanan yang tidak terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan informasi antar media.
Penerapan dari teknologi informasi memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia, diantaranya adalah manusia memperoleh informasi untuk kebutuhan pribadi mereka seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani, serta untuk kebutuhan profesi, seperti sains, teknologi, perdagangan, serta bisnis. Selain itu, aplikasi dari teknologi informasi juga memungkinkan adanya kerjasama antar-pribadi maupun antar-kelompok manusia, baik kerjasama dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, maupun bentuk kerjasama yang lain tanpa mengenal batas jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar pikiran.

E.       Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi
Seiring dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan juga semakin berkembang sehingga mendukung perkembangan teknologi. Tak terkecuali dengan teknologi informasi, yang selalu berkembang juga dari masa ke masa, menuju tingkat kecanggihan yang lebih tinggi.
Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Oleh sebab itulah, bahasa merupakan teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.
Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan jaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat mencoba memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya.
Tahap perkembangan selanjutnya ialah ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.
Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan. Selain itu, untuk teknologi dalam komunikasi juga semakin berkembang, dengan ditemukannya telepon atau handphone.

F.       Teknologi Informasi yang Sedang Berkembang Saat Ini
Perkembangan teknologi informasi dimulai dari suara, gambar-gambar di dinding-dinding gua, penemuan alfabet dan angka, bahkan sampai diperkenalkannya dunia arus informasi yang kemudian dikenal dengan nama internet.
Internet merupakan kependekan dari interconected-networking, yaitu rangkaian komputer yang saling berhubungan satu sama lain. Kenyataannya, internet merupakan sebuah dunia maya yang terbentuk dari interkoneksi jaringan komputer yang terdiri dari jutaan bahkan milyaran komputer di seluruh dunia. Oleh karena itu, untuk mangakses internet biasanya digunakan PC (Personal Computer). Internet dimungkinkan karena adanya bahasa komunikasi standar antar komputer atau protocol yang disebut TCP/IP.
Perkembangan teknologi saat ini telah memungkinkan akses internet menggunakan perangkat lain selain PC, misalnya handphone (HP). Akses internet dari HP menggunakan fasilitas yang disebut GPRS (General Packet Radio Service). GPRS merupakan salah satu standar komunikasi wireless (nirkabel) yang dapat mendukung aplikasi grafis dan multimedia. Teknologi GPRS dapat memiliki beragam prosedur pengaktifan, tergantung pada penyedia layanan telepon seluler yang dipakai pengguna HP.
1.      Dampak yang Ditimbulkan Internet
Internet yang pada saat sekarang ini perkembangannya begitu cepat, secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitasnya. Adapun dampak yang dapat timbul dari penggunaan internet yaitu sebagai berikut.
a.       Dampak Positif
1)        Internet memungkinkan penggunanya untuk menghilangkan hambatan jarak dan waktu dalam mendapatkan informasi yang diinginkan.
2)        Dapat lebih mudah untuk mendapatkan informasi yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien.
3)        Biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan informasi relatif lebih murah.
4)        Dapat melalukan transaksi jual beli melalui internet, tanpa pertemuan langsung (tatap muka) antara penjual dan pembeli yang tidak memandang batas wilayah, negara, atau bahkan benua. Sehingga dapat memperlancar arus perekonomian.
5)        Dalam dunia perbankan, teknologi informasi dan komunikasi digunakan untuk transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking.
6)        Dalam dunia pendidikan, teknologi informasi dan komunikasi digunakan sebagai media untuk mempermudah proses kegiatan belajar dan mengajar. Seringnya teknologi informasi dan komunikasi digunakan sebagai sarana dan media pembelajaran.
7)        Teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang kesehatan digunakan dalam sistem berbasis kartu cerdas (smart card) yang dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien.
b.      Dampak Negatif
a)        Pornografi merupakan salah satu anggapan negatif yang timbul dari adanya internet. Sehingga seiring pesatnya kemajuan teknologi informasi melalui internet, pornografipun juga merajalela.
b)        Internet dapat membuat seseorang kecanduan terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan banyak uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut.
c)        Penggunaan internet yang secara tidak bijak, dapat menimbulkan pelanggaran hak cipta atas suatu tulisan atau karya.
Jadi internet tergantung pada pemakainya bagaimana cara mereka dalam menggunakan teknologi itu, namun semestinya harus ada batasan-batasan dan norma-norma yang harus mereka pegang teguh walaupun bersentuhan dengan internet atau di dalam dunia maya.
G.    Teknologi Kearifan Lokal
Selain bioteknologi dan teknologi informasi, ada jenis teknologi lain yang tak kalah bermanfaatnya bagi kehidupan manusia, yaitu teknologi kearifan lokal, yang merupakan penggabungan teknologi dan kearifan lokal masyarakat setempat. Banyak bidang kehidupan manusia yang memanfaatkan teknologi kearifan lokal ini. Teknologi kearifan lokal ini biasanya dimanfaatkna untuk mengatasi masalah-masalah lingkungan di masyarakat setempat, seprti masalah banjir, kerusakan hutan, dan lain sebagainya.
Kearifan lokal terdiri dari dua kata, yaitu kearifan (wisdom) dan lokal (local). Lokal berarti setempat dan wisdom sama dengan kebijaksanaan. Dengan kata lain, lokal wisdom dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan, nilai-nilai-nilai, pandangan-pandangan setempat (local) yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Seperti yang dikatakan Assoc. Prof. Chatcharee Naritoom dari Kasetsart University, Thailand dalam Saputra (2013:175) bahwa kearifan lokal adalah pengetahuan yang ditemukan atau diperoleh dari masyarakat lokal melalui akumulasi dari berbagai pengalaman dalam serangkaian praktik dan terintegrasi dengan pemahaman terhadap sekitar alam dan budaya. Kearifan lokal selalu dinamis sesuai dengan fungsinya yang dibentuk oleh kearifan lokal dan terkait dengan situasi global.
Secara filosofis, kearifan lokal dapat diartikan sebagai sistem pengetahuan masyarakat lokal/pribumi (indigenous knowledge systems) yang bersifat empirik dan pragmatis. Bersifat empirik, karena hasil olahan masyarakat secara lokal berangkat dari fakta-fakta yang terjadi di sekeliling kehidupan mereka. Bertujuan pragmatis, karena seluruh konsep yang terbangun sebagai hasil olah pikir dalam sistem pengetahuan itu bertujuan untuk pemecahan masalah sehari-hari.
Dari definisi-definisi itu, kita dapat memahami bahwa kearifan lokal adalah pengetahuan yang dikembangkan oleh para leluhur dalam mensiasati lingkungan hidup sekitar mereka, menjadikan pengetahuan itu sebagai bagian dari budaya dan memperkenalkan serta meneruskan itu dari generasi ke generasi. Beberapa bentuk pengetahuan tradisional itu muncul lewat cerita-cerita, legenda-legenda, nyanyian-nyanyian, ritual-ritual, dan juga aturan atau hukum setempat.
Kearifan lokal menjadi penting dan bermanfaat hanya ketika masyarakat lokal yang mewarisi sistem pengetahuan itu mau menerima dan mengklaim hal itu sebagai bagian dari kehidupan mereka. Dengan cara itulah, kearifan lokal dapat disebut sebagai jiwa dari budaya lokal. Dalam perkembangannya, kearifan lokal mulai terpojokkan atau terpinggirkan dikarenakan datangnya ilmu pengetahuan dari barat. Hal ini terjadi karena kearifan lokal tidak punya bukti ilmiah yang bisa diterima secara rasional.
Indonesia juga mempunyai banyak kearifan lokal yang sampai saat ini masih tumbuh subur di beberapa wilayah di Indonesia. Kearifan lokal tersebut telah lahir dan berkembang dari generasi ke generasi seolah-olah bertahan dan berkembang dengan sendirinya. Kearifan tersebut telah terpelihara dan tumbuh dalam masyarakat itu sendiri dari mata hati manusia atau nurani orang yang tergabung dalam satuan sosial yang disebut masyarakat itu sendiri.
1.      Jenis-jenis Kearifan Lokal
a.         Tata kelola,berkaitan dengan kemasyarakatan yang mengatur kelompok sosial (kades).
b.         Nilai-nilai adat, tata nilai yang dikembangkan masyarakat tradisional yang mengatur etika.
c.         Tata cara dan prosedur, bercocok tanam sesuai dengan waktunya untuk melestarikan alam.
Kearifan lokal yang berwujud nyata, antara lain;
a.         Tekstual, contohnya yang tertuang dalam kitab kuno (primbon), kalinder.
b.      Tangible, contohnya bangunan yang mencerminkan kearifan lokal.
Kearifan lokal yang tidak berwujud;
Petuah yang secara verbal, berbentuk nyanyian seperti balamut.
2.      Fungsi Kearifan Lokal
a.         Berfungsi untuk konservasi dan pelestarian sumber daya alam.
b.         Berfungsi untuk pengembangan sumber daya manusia.
c.         Berfungsi untuk  pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
d.        Berfungsi sebagai petuah, kepercayaan, sastra dan pantangan.
e.         Bermakna sosial misalnya upacara integrasi komunal/kerabat dan  pada upacara daur pertanian.
f.          Bermakna etika dan moral, yang terwujud dalam upacara Ngaben dan penyucian roh leluhur.
3.      Hubungan Kearifan Lokal dengan Budaya Lokal
Hubungannya adalah kearifan lokal itu merupakan sesuatu yang berkaitan secara spesifik dengan budaya tertentu (budaya lokal) dan menecerminkan cara hidup suatu masyarakat tertentu (masyarakat lokal). Dan kalau budaya lokal itu merupakan suatu budaya yang dimiliki suatu masyarakat yang menempati lokalitas atau daerah tertentu yang berbeda dari budaya yang dimiliki oleh masyarakat yang berada di tempat yang lain.








BAB III
SIMPULAN DAN SARAN

Bioteknologi adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang dan jasa. Dapat pula dikatakan bahwa bioteknologi merupakan cabang ilmu biologi yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, hewan, tumbuhan, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol), atau bagian dari makhluk hidup tersebut (sel, jaringan) dalam proses produksi untuk suatu kepentingan tertentu.
Bioteknologi berkembang di segala bidang dengan pesatnya. Beberapa bioteknologi yang diaplikasikan dalam kehidupan manusia misalnya bayi tabung, rekayasa genetika, tanaman transgenik dan pengklonan. Adapun dampak positif bioteknologi mencakup beberapa bidang, yaitu pada bidang pangan, bidang kesehatan, bidang lingkungan, bidang pertanian, bidang peternakan, bidang hukum, dan bidang pengolahan limbah. Serta dampak negatif bioteknologi juga mencakup beberapa bidang yaitu pada bidang kesehatan, bidang lingkungan, bidang etika dan moral serta dalam sektor perekonomian.
Teknologi informasi ialah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan lebih cepat, lebih luas cakupan sebarannya dan lebih lama.
Secara filosofis, kearifan lokal dapat diartikan sebagai sistem pengetahuan masyarakat lokal/pribumi (indigenous knowledge systems) yang bersifat empirik dan pragmatis. Bersifat empirik karena hasil olahan masyarakat secara lokal berangkat dari fakta-fakta yang terjadi di sekeliling kehidupan mereka. Bertujuan pragmatis karena seluruh konsep yang terbangun sebagai hasil olah pikir dalam sistem pengetahuan itu bertujuan untuk pemecahan masalah sehari-hari.
Saran yang dapat kami sampaikan seperti apa yang kami kemukakan di atas adalah kita sebagai manusia yang bijak harus mampu menggunakan teknologi secara bijak pulan, serta kita harus mempunyai prinsip: “kita harus menguasai teknologi agar nantinya kita dapat memperbudak bukan di perbudak teknologi”.

DAFTAR PUSTAKA

Ahira, anne. 2011. “Pengertian Teknologi Informasi”. http://www.anneahira.com/pengertian-teknologi-informasi.htm. Diakses pada 22 Mei 2014 pukul 12: 22 WIB.
Dian Kurniawan, Rika. 2010. “Bioteknologi”. http://blog.elearning.unesa.ac.id/rika-dian-kurniawan/bioteknologi. Diakses pada 22 Mei 2014 pukul 12:19 WIB.
Burhanuddin, Achmad. 2013. “Bioteknologi”. http://inueds.blogspot.com/2013/06/bioteknologiteknologi-informasi-dan.html. Diakses pada 22 Mei 2014 pukul 12:15 WIB.
Febriani, Pelsi. 2012. “Teknologi Informasi dan Teknologi Kearifan Lokal”. http://pelsifebriani.wordpress.com/2012/12/08/teknologi-informasi-dan-teknologi-kearifan-lokal/
Pratiwi, D.A, dkk. 2007. Biologi. Jakarta: Erlangga.
Romadhon. 2011. “Bioteknologi”. http://romadhon-byar.blogspot.com/2011/10/bioteknologi.html. Diakses pada 22 Mei 2014 pukul 12:22 WIB.
Saputra, Ade. 2013. Budaya Hukum & Kearifan Lokal; Sebuah Perspektif Perbandingan. Jakarta: Universitas Pancasila Press.
Tim Ilmu Alamiah Dasar MKU UMS & Tim MUP. 2008. Ilmu Kealaman Dasar. Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar