BEBERAPA TEKNOLOGI PENTING;
BIOTEKNOLOGI, TEKNOLOGI INFORMASI DAN
TEKNOLOGI KEARIFAN LOKAL
Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
Ilmu Alamiah Dasar
Pengampu : Alif Noor Anna
Oleh :
1.
Fitri
Yulianti (
A310130155 )
2.
Devi
Ratnasari (
A310130148 )
3.
Wiwit
Supriyanti ( A310130151 )
4.
Defi
Saputri (
A310130137 )
5.
Nyu
Pendi Susilo (
A310130159 )
6.
Ilham
Lazimi (
A310130170 )
7.
Niken
Tri Utami (
A310130152 )
8.
Wahyu
Ardi Anto (
A310130165 )
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2014
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah segala puji syukur
hanya kita panjatkan kepada kehadirat Allah Swt atas semua karunia dan limpahan
nikmat lainnya sehingga dapat tersusunnya makalah ini dengan judul “Beberapa Teknologi Penting; Bioteknologi, Teknologi
Informasi dan Teknologi Kearifan Lokal”.
Dalam penyusunan makalah ini penulis
menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis ini masih banyak terdapat kekurangan,
oleh karena itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang
membangun dari berbagai pihak pembaca.
Akhirnya penulis berharap, semoga makalah
ini dapat bermanfaat bagi para pembaca atau pihak yang membutuhkan.
Surakarta,
24 Mei 2014
Penulis
i
DAFTAR ISI
Halaman
Judul
Kata Pengantar…………………............……………….………..................... i
Daftar
Isi…………………………………………………................................ ii
BAB I PENDAHULUAN……............………………..…….................….... 1
A. Latar
Belakang……………….…..…………......…....................... 1
B. Rumusan Masalah…………………...……...…............................. 1
C. Tujuan Rumusan
Masalah............................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN……........…………………………….………........ 3
A. Bioteknologi.................................................................................... 3
B. Sejarah dan Perkembangan
Bioteknologi....................................... 3
C. Contoh-contoh Bioteknologi.......................……..….…......……... 4
D. Teknologi
Informasi........................................................................ 8
E. Sejarah Perkembangan Teknologi Informasi.................................. 9
F. Teknologi Informasi yang Sedang Berkembang
Saat Ini............... 10
G. Teknologi Kearifan
Lokal............................................................... 12
BAB III SIMPULAN DAN SARAN....…………….………….........…..... 15
Daftar Pustaka................................................................................................... 16
ii
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang Masalah
Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia
untuk melakukan berbagai aktifitas yang diperlukan dengan mengoptimalkan sumber
daya yang dimilikinya. Perkembangan dari teknologi sendiri yang begitu cepat,
secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala
aktifitas yang dilakukannya. Beberapa penerapan teknologi-teknologi penting
antara lain dalam dunia bisnis, sektor ekonomi, sektor pemerintahan, ruang
lingkup budaya dan pendidikan dan juga dari bidang kesehatan. Dengan ditunjang
adanya teknologi-teknologi tersebut, segala aktifitas yang dilakukan dapat
berjalan secara efektif, efisien dan tentunya tepat guna.
Di era yang
serba canggih ini, teknologi telah menjadi kebutuhan utama bagi manusia. Teknologi yang
berkembang sekarang telah mencakup berbagai macam manfaat dan keunggulan.
Dengan memanfaatkan teknologi, seseorang bisa lebih mengefisiensikan waktu
untuk menyelesaikan suatu pekerjaan yang dilakukan secara instan. Akan tetapi,
segala sesuatu yang dilakukan secara instan tentu saja tidak selalu baik. Ada
pula dampak negatif yang dapat timbul yang disebabkan oleh sifat instan yang
dimiliki teknologi. Sebagai manusia yang dikaruniai oleh akal yang cerdas,
seseorang haruslah dapat menguasai teknologi dengan baik. Bukanlah menjadi
teknologi yang menguasai manusia. Manusia yang harus memperbudak teknologi,
bukan teknologi yang memperbudak manusia.
B.
Rumusan
Masalah
1. Apakah
yang dimaksud dengan bioteknologi?
2. Apa
dampak bioteknologi bagi manusia?
3. Apakah
yang dimaksud dengan teknologi informasi?
4. Apakah
yang dimaksud dengan teknologi kearifan lokal?
C.
Tujuan
Rumusan Masalah
1. Untuk
memahami tentang hakikat bioteknologi.
2. Untuk
memahami dampak bioteknologi bagi manusia.
3. Untuk
memahami tentang hakikat teknologi informasi.
4. Untuk
memahami tentang hakikat teknologi kearifan lokal.
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Bioteknologi
Bioteknologi
merupakan terapan biologi yang melibatkan disiplin ilmu seperti mikrobiologi
(ilmu yang mempelajari mikroorganisme), biokimia (gabungan ilmu biologi dan
ilmu kimia), biologi molekuler, biologi sel, virologi (ilmu yang mempelajari
tentang virus), genetika (ilmu yang mempelajari tentang gen/ pewarisan sifat),
matematika, dan lain sebagainya. Dengan kata lain, bioteknologi adalah ilmu
terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses produksi barang
dan jasa. Dapat pula dikatakan bahwa bioteknologi merupakan cabang ilmu biologi
yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, hewan,
tumbuhan, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol),
atau bagian dari makhluk hidup tersebut (sel, jaringan) dalam proses produksi
untuk suatu kepentingan tertentu.
B.
Sejarah
dan Perkembangan Bioteknologi
Sepanjang
sejarah perkembangannya, bioteknologi merupakan sebuah perjalanan panjang
kegiatan dan inovasi manusia. Pemanfaatan bioteknologi pada zaman dahulu masih
sangat konvensional dan dikategorikan sebagai bioteknologi tradisional, seperti
pembuatan keju, mentega, tempe, oncom, dan sebagainya yang memanfaatkan
fermentasi mikroorganisme.
Akan
tetapi, seiring dengan berkembangnya zaman, di awal abad 20, Alexander Flemming
menemukan antibiotik penisilin dari jamur Penicillium
notatum, dan di tahun 1982, obat berbasis rekombinasi DNA pertama
diciptakan, yaitu insulin manusia yang diproduksi dengan memanfaatkan bakteri
tanah, E-coli. Di penghujung abad 20,
merebak produk bioteknologi maju seperti tanaman transgenik, genechips, dan kloning mamalia, seperti
“domba dolly”. Proses pengembangan produk berbasis rekombinasi DNA ini
dikategorikan sebagai bioteknologi modern. Dan tidak menutup kemungkinan jika
beberapa dekade mendatang akan diwarnai temuan-temuan yang lebih menakjubkan
melalui kemajuan bioteknologi.
Selanjutnya,
di awal abad ke-21 ini adalah eranya bioteknologi. Bioteknologi mampu melakukan
berbagai proses penting dalam dunia industri di beberapa bidang, antara lain
bidang kesehatan, pangan, pertanian, serta lingkungan.
1. Di
bidang kesehatan
Penerapan
bioteknologi telah menghasilkan produk-produk penting, seperti antibiotik,
vaksin, hormon, kit diagnostik, dan produk farmasi lainnya.
2. Di
bidang pertanian
Penerapan
bioteknologi mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produk pertanian, antara
lain penciptaan tanaman varietas unggul tahan hama, stres, dan kekeringan.
Dengan penerapan genomik, tanaman dirancang menjadi mesin produksi bagi
komoditi penting, seperti obat, vaksin, vitamin, hormon, dan senyawa protein
aktif lainnya melalui teknologi molecular
farming.
3. Di
bidang lingkungan
Bioteknologi
menciptakan mikroorganisme baru yang mampu mengurai limbah atau tumpahan minyak
di laut, dan mengurai kandungan logam berat dari tanah untuk keperluan
penyuburan lahan.
4. Di
bidang pangan
Dalam bidang
ini, bioteknologi memegang peranan yang sangat vital, yaitu dengan memproduksi
makanan dengan bantuan mikroba. Contohnya pada pembuatan tempe, nata de coco,
brem, anggur, bir, roti, keju, yoghurt, kecap, dan lain-lain.
Dari keseluruhan aplikasi bioteknologi
tersebut, pemanfaatan bioteknologi di bidang kesehatan adalah yang terbesar,
yaitu sekitar 70-80%.
C.
Contoh-contoh
Bioteknologi
Berikut ini adalah
beberapa contoh penerapan dari bioteknologi:
1. Perkembangbiakan
sel induk
Penelitian
di bidang pengembangan sel induk juga memungkinkan para penderita stroke
ataupun penderita penyakit lain yang mengakibatkan kehilangan atau kerusakan
pada jaringan tubuh dapat sembuh seperti sediakala.
2. Rekayasa
Genetika
Makhluk
hidup dikaruniai beragam sifat yang unik yang tersimpan di dalam gen. Gen
merupakan penentu sifat yang berada di dalam kromosom. Jika gen diubah, maka
sifat makhluk hidup itu juga ikut berubah. Oleh sebab itu, para ilmuwan
berusaha untuk mengubah-ubah gen makhluk hidup agar memperoleh organisme baru
dengan sifat yang dikehendaki. Kegiatan memanipulasi organisme gen untuk
mendapatkan produk dengan mengubah-ubah gen makhluk hidup disebut dengan
rekayasa genetika.
Contoh
dari penggunaan rekayasa genetika adalah pembuatan insulin. Gen penghasil
insulin manusia dipotong dari DNA manusia dengan enzim. Gen tersebut kemudian
disambungkan pada plasmid bakteri E. coli.
Hasil sambungan plasmid dan gen insulin lalu dimasukkan ke dalam
bakteri
E. coli.
Bakteri tersebut dipelihara di dalam medium khusus sehingga
berkembang biak dengan cepat dan dapat memproduksi insulin
manusia. Insulin yang dihasilkan ditampung untuk dijual pada
penderita kencing manis (Diabetes Melitus).
3. Tanaman
Transgenik
Sebenarnya
tanaman transgenik merupakan salah satu produk dari rekayasa genetika yang dilakukan terhadap tumbuhan. Tanaman
ini menjadi penting karena sebagian besar produk yang dikembangkan oleh industri bioteknologi lebih banyak kepada tanaman budidaya yang memiliki nilai jual besar.
Teknik
pembuatan tanaman transgenik tidak jauh berbeda
dengan pembuatan insulin. Sifat yang biasanya dimasukkan ke
dalam tanaman adalah anti hama, anti gulma, mampu memproduksi
protein tertentu, dan lain sebagainya.
4. Kloning
Kloning
merupakan teknik membuat keturunan dengan kode genetik yang sama dengan
induknya pada makhluk hidup tertentu baik pada tumbuhan, hewan, maupun manusia.
Pada tumbuhan (tanaman) biasanya lebih dikenal dengan istilah kultur jaringan.
Adapun kloning untuk manusia tidak dilakukan, mengingat dari segi kemanusiaan.
Pada
hewan, kloning yang telah berhasil dilakukan, di antaranya pada hewan domba
(Dolly); mula-mula inti sel diambil dan tubuh domba, yaitu payudara atau
ambingnya, lalu sifat-sifat khusus yang berhubungan dengan fungsi ambing ini
dihilangkan. Kemudian inti sel tersebut dimasukkan ke dalam lapisan sel telur
domba lain, setelah inti selnya dibuang. Sel telur ini kemudian ditanamkan ke
dalam rahim domba agar memperbanyak diri, berkembang, berubah menjadi janin,
dan akhirnya dihasilkan bayi domba. Inilah domba yang bernama Dolly itu, yang
mempunyai kode genetik yang sama dengan domba pertama (induk) yang menjadi
sumber pengambilan sel ambing (Zallum, 1997).
Teknik
kloning (klonasi) sendiri pada
awalnya bertujuan untuk memperbaiki kualitas tanaman dan hewan serta
meningkatkan produktivitasnya, dan mencari obat alami bagi banyak penyakit dari
tanaman dan hewan yang mempunyai kualitas yang lebih baik/ unggul, serta
diperoleh obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit kronis manusia.
5. Kultur
Jaringan
Teknik
kultur jaringan merupakan teknik untuk mendapatkan keturunan suatu tanaman
dengan sifat yang identik dengan induknya. Dengan teknik ini menungkinkan
didapatkan keturunan dengan jumlah yang jauh lebih banyak jika dibandingkan
dengan perbanyakan tanaman secara biasa (melalui biji), stek, cangkok, dan
sebagainya.
Bagian
tumbuhan yang dimanfaatkan dalam perbanyakan tanaman dengan kultur jaringan
adalah jaringan meristematis tanaman (jaringan yang aktif membelah, seperti ujung
akar, ujung batang, bagian daun). Bagian tanaman tersebut dipotong dan ditanam
dalam suatu medium tertentu dalam keadaan steril sampai terbentuk kalus
(kumpulan sel yang belum berdiferensiasi), kemudian kalus dipindahkan dalam
medium baru hingga terbentuk planlet (tanaman kecil), selanjutnya planlet
dipindahkan untuk ditanam ke media tanah hingga tumbuh menjadi tanaman dewasa.
6. Bayi
Tabung (In Vitro Fertilization)
Proses
pembuahan dengan metode bayi tabung, terjadi jika sel telur (istri) dibuahi
oleh sel sperma (suami) tidak di dalam tuba falopii, tetapi dalam suatu wadah
yang mempunyai kondisi mirip dengan kondisi alami tuba falopii. Setelah sel
telur terbuahi, embrio yang terbentuk selanjutnya ditanamkan ke dalam rahim
(istri). Metode ini dilakukan karena proses pembuahan secara alami mengalami
gangguan, seperti adanya kelainan pada rahim atau karena lemahnya sel sperma
(Zallum, 1997).
7. Transplantasi
organ
Yang
dimaksud dengan transplantasi organ di sini adalah pemindahan organ tubuh dari
satu manusia kepada manusia lain, seperti pemindahan ginjal dan jantung.
Transplantasi organ merupakan pemindahan sebuah organ atau lebih dari seorang
manusia (pada saat masih hidup atau setelah mati) kepada manusia lain.
Pemindahan organ tubuh dilakukan dalam rangka untuk pengobatan atas suatu
penyakit; seperti gagal ginjal atau jantung, atau juga untuk menghilangkan
suatu cacat pada pasien seperti cacat mata.
Meskipun penerapan bioteknologi
mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan manusia, namun kemajuan di bidang bioteknologi
tak lepas dari berbagai kontroversi yang menlingkupi perkembangan teknologinya.
Sebagai contoh, teknologi kloning dan rekayasa genetika terhadap tanaman pangan
mendapat kecaman dari bermacam-macam golongan.
D.
Teknologi
Informasi
Dilihat
dari kata penyusunnya, teknologi informasi terdiri dari kata teknologi dan
informasi. Secara mudahnya teknologi informasi ialah hasil rekayasa manusia
terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga
pengiriman informasi tersebut akan lebih cepat, lebih luas cakupan sebarannya
dan lebih lama penyimpanannya.
Teknologi
informasi sendiri ialah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data,
termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, menanipulasi data dalam
berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi
yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi,
bisnis, dan pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk
pengambilan keputusan. Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk
mengolah data, sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan
komputer yang lainnya sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi
digunakan agar data dapat disebar dan diakses secara global. Karena itu,
teknologi informasi dan teknologi komunikasi adalah suatu padanan yang tidak
terpisahkan yang mengandung pengertian luas tentang segala kegiatan yang
terkait dengan pemrosesan, manipulasi, pengelolaan, dan transfer/pemindahan
informasi antar media.
Penerapan
dari teknologi informasi memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia,
diantaranya adalah manusia memperoleh informasi untuk kebutuhan pribadi mereka
seperti informasi tentang kesehatan, hobi, rekreasi, dan rohani, serta untuk
kebutuhan profesi, seperti sains, teknologi, perdagangan, serta bisnis. Selain
itu, aplikasi dari teknologi informasi juga memungkinkan adanya kerjasama
antar-pribadi maupun antar-kelompok manusia, baik kerjasama dalam bidang
ekonomi, sosial, budaya, maupun bentuk kerjasama yang lain tanpa mengenal batas
jarak dan waktu, negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang
dapat menghambat bertukar pikiran.
E.
Sejarah
Perkembangan Teknologi Informasi
Seiring
dengan perkembangan zaman, ilmu pengetahuan juga semakin berkembang sehingga
mendukung perkembangan teknologi. Tak terkecuali dengan teknologi informasi,
yang selalu berkembang juga dari masa ke masa, menuju tingkat kecanggihan yang
lebih tinggi.
Pada
awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Oleh sebab itulah, bahasa
merupakan teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang
disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut
hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan
informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka
informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa
disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu,
meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan
terdegradasi bahkan hilang sama sekali.
Setelah
itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar
jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan
disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan
lebih lama. Beberapa gambar peninggalan jaman purba masih ada sampai sekarang
sehingga manusia sekarang dapat mencoba memahami informasi yang ingin
disampaikan pembuatnya.
Tahap
perkembangan selanjutnya ialah ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan
cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu
gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet, atau
dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan
alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu.
Kemudian,
teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi.
Teknologi elektronik seperti radio, televisi, komputer mengakibatkan informasi
menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.
Selain itu, untuk teknologi dalam komunikasi juga semakin berkembang, dengan
ditemukannya telepon atau handphone.
F.
Teknologi
Informasi yang Sedang Berkembang Saat Ini
Perkembangan
teknologi informasi dimulai dari suara, gambar-gambar di dinding-dinding gua,
penemuan alfabet dan angka, bahkan sampai diperkenalkannya dunia arus informasi
yang kemudian dikenal dengan nama internet.
Internet
merupakan kependekan dari interconected-networking,
yaitu rangkaian komputer yang saling berhubungan satu sama lain. Kenyataannya,
internet merupakan sebuah dunia maya yang terbentuk dari interkoneksi jaringan
komputer yang terdiri dari jutaan bahkan milyaran komputer di seluruh dunia.
Oleh karena itu, untuk mangakses internet biasanya digunakan PC (Personal Computer). Internet
dimungkinkan karena adanya bahasa komunikasi standar antar komputer atau
protocol yang disebut TCP/IP.
Perkembangan
teknologi saat ini telah memungkinkan akses internet menggunakan perangkat lain
selain PC, misalnya handphone (HP).
Akses internet dari HP menggunakan fasilitas yang disebut GPRS (General Packet Radio Service). GPRS
merupakan salah satu standar komunikasi wireless
(nirkabel) yang dapat mendukung aplikasi grafis dan multimedia. Teknologi GPRS
dapat memiliki beragam prosedur pengaktifan, tergantung pada penyedia layanan
telepon seluler yang dipakai pengguna HP.
1. Dampak
yang Ditimbulkan Internet
Internet yang pada saat
sekarang ini perkembangannya begitu cepat, secara tidak langsung mengharuskan
manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitasnya. Adapun
dampak yang dapat timbul dari penggunaan internet yaitu sebagai berikut.
a. Dampak
Positif
1)
Internet memungkinkan penggunanya untuk
menghilangkan hambatan jarak dan waktu dalam mendapatkan informasi yang
diinginkan.
2)
Dapat lebih mudah untuk mendapatkan
informasi yang diinginkan secara lebih efektif dan efisien.
3)
Biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan
informasi relatif lebih murah.
4)
Dapat melalukan transaksi jual beli
melalui internet, tanpa pertemuan langsung (tatap muka) antara penjual dan
pembeli yang tidak memandang batas wilayah, negara, atau bahkan benua. Sehingga
dapat memperlancar arus perekonomian.
5)
Dalam dunia perbankan, teknologi
informasi dan komunikasi digunakan untuk transaksi perbankan lewat internet
atau dikenal dengan Internet Banking.
6)
Dalam dunia pendidikan, teknologi
informasi dan komunikasi digunakan sebagai media untuk mempermudah proses
kegiatan belajar dan mengajar. Seringnya teknologi informasi dan komunikasi
digunakan sebagai sarana dan media pembelajaran.
7)
Teknologi informasi dan komunikasi dalam
bidang kesehatan digunakan dalam sistem berbasis kartu cerdas (smart card) yang dapat digunakan juru
medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit
karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit
pasien.
b.
Dampak Negatif
a)
Pornografi merupakan salah satu anggapan
negatif yang timbul dari adanya internet. Sehingga seiring pesatnya kemajuan
teknologi informasi melalui internet, pornografipun juga merajalela.
b)
Internet dapat membuat seseorang
kecanduan terutama yang menyangkut pornografi dan dapat menghabiskan banyak
uang karena hanya untuk melayani kecanduan tersebut.
c)
Penggunaan internet yang secara tidak
bijak, dapat menimbulkan pelanggaran hak cipta atas suatu tulisan atau karya.
Jadi internet tergantung pada pemakainya
bagaimana cara mereka dalam menggunakan teknologi itu, namun semestinya harus
ada batasan-batasan dan norma-norma yang harus mereka pegang teguh walaupun
bersentuhan dengan internet atau di dalam dunia maya.
G.
Teknologi
Kearifan Lokal
Selain
bioteknologi dan teknologi informasi, ada jenis teknologi lain yang tak kalah
bermanfaatnya bagi kehidupan manusia, yaitu teknologi kearifan lokal, yang
merupakan penggabungan teknologi dan kearifan lokal masyarakat setempat. Banyak
bidang kehidupan manusia yang memanfaatkan teknologi kearifan lokal ini.
Teknologi kearifan lokal ini biasanya dimanfaatkna untuk mengatasi
masalah-masalah lingkungan di masyarakat setempat, seprti masalah banjir,
kerusakan hutan, dan lain sebagainya.
Kearifan
lokal terdiri dari dua kata, yaitu kearifan (wisdom) dan lokal (local).
Lokal berarti setempat dan wisdom sama dengan kebijaksanaan. Dengan kata lain,
lokal wisdom dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan, nilai-nilai-nilai,
pandangan-pandangan setempat (local)
yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan
diikuti oleh anggota masyarakatnya. Seperti yang dikatakan Assoc. Prof.
Chatcharee Naritoom dari Kasetsart University, Thailand dalam Saputra
(2013:175) bahwa kearifan lokal adalah pengetahuan yang ditemukan atau diperoleh
dari masyarakat lokal melalui akumulasi dari berbagai pengalaman dalam
serangkaian praktik dan terintegrasi dengan pemahaman terhadap sekitar alam dan
budaya. Kearifan lokal selalu dinamis sesuai dengan fungsinya yang dibentuk
oleh kearifan lokal dan terkait dengan situasi global.
Secara
filosofis, kearifan lokal dapat diartikan sebagai sistem pengetahuan masyarakat
lokal/pribumi (indigenous knowledge
systems) yang bersifat empirik dan pragmatis. Bersifat empirik, karena
hasil olahan masyarakat secara lokal berangkat dari fakta-fakta yang terjadi di
sekeliling kehidupan mereka. Bertujuan pragmatis, karena seluruh konsep yang
terbangun sebagai hasil olah pikir dalam sistem pengetahuan itu bertujuan untuk
pemecahan masalah sehari-hari.
Dari
definisi-definisi itu, kita dapat memahami bahwa kearifan lokal adalah
pengetahuan yang dikembangkan oleh para leluhur dalam mensiasati lingkungan
hidup sekitar mereka, menjadikan pengetahuan itu sebagai bagian dari budaya dan
memperkenalkan serta meneruskan itu dari generasi ke generasi. Beberapa bentuk
pengetahuan tradisional itu muncul lewat cerita-cerita, legenda-legenda,
nyanyian-nyanyian, ritual-ritual, dan juga aturan atau hukum setempat.
Kearifan
lokal menjadi penting dan bermanfaat hanya ketika masyarakat lokal yang
mewarisi sistem pengetahuan itu mau menerima dan mengklaim hal itu sebagai
bagian dari kehidupan mereka. Dengan cara itulah, kearifan lokal dapat disebut
sebagai jiwa dari budaya lokal. Dalam perkembangannya, kearifan lokal mulai
terpojokkan atau terpinggirkan dikarenakan datangnya ilmu pengetahuan dari
barat. Hal ini terjadi karena kearifan lokal tidak punya bukti ilmiah yang bisa
diterima secara rasional.
Indonesia
juga mempunyai banyak kearifan lokal yang sampai saat ini masih tumbuh subur di
beberapa wilayah di Indonesia. Kearifan lokal tersebut telah lahir dan
berkembang dari generasi ke generasi seolah-olah bertahan dan berkembang dengan
sendirinya. Kearifan tersebut telah terpelihara dan tumbuh dalam masyarakat itu
sendiri dari mata hati manusia atau nurani orang yang tergabung dalam satuan
sosial yang disebut masyarakat itu sendiri.
1.
Jenis-jenis Kearifan Lokal
a.
Tata kelola,berkaitan dengan
kemasyarakatan yang mengatur kelompok sosial (kades).
b.
Nilai-nilai adat, tata nilai yang
dikembangkan masyarakat tradisional yang mengatur etika.
c.
Tata cara dan prosedur, bercocok tanam
sesuai dengan waktunya untuk melestarikan alam.
Kearifan lokal yang berwujud nyata, antara lain;
a.
Tekstual, contohnya yang tertuang dalam
kitab kuno (primbon), kalinder.
b. Tangible, contohnya bangunan yang
mencerminkan kearifan lokal.
Kearifan
lokal yang tidak berwujud;
Petuah yang secara
verbal, berbentuk nyanyian seperti balamut.
2.
Fungsi Kearifan Lokal
a.
Berfungsi untuk konservasi dan
pelestarian sumber daya alam.
b.
Berfungsi untuk pengembangan sumber daya
manusia.
c.
Berfungsi untuk pengembangan kebudayaan dan ilmu pengetahuan.
d.
Berfungsi sebagai petuah, kepercayaan,
sastra dan pantangan.
e.
Bermakna sosial misalnya upacara
integrasi komunal/kerabat dan pada upacara
daur pertanian.
f.
Bermakna etika dan moral, yang terwujud
dalam upacara Ngaben dan penyucian roh leluhur.
3. Hubungan
Kearifan Lokal dengan Budaya Lokal
Hubungannya adalah kearifan lokal itu merupakan
sesuatu yang berkaitan secara spesifik dengan budaya tertentu (budaya lokal)
dan menecerminkan cara hidup suatu masyarakat tertentu (masyarakat lokal). Dan
kalau budaya lokal itu merupakan suatu budaya yang dimiliki suatu masyarakat
yang menempati lokalitas atau daerah tertentu yang berbeda dari budaya yang
dimiliki oleh masyarakat yang berada di tempat yang lain.
BAB
III
SIMPULAN
DAN SARAN
Bioteknologi
adalah ilmu terapan yang menggabungkan berbagai cabang ilmu dalam proses
produksi barang dan jasa. Dapat pula dikatakan bahwa bioteknologi merupakan
cabang ilmu biologi yang mempelajari pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi,
virus, hewan, tumbuhan, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim,
alkohol), atau bagian dari makhluk hidup tersebut (sel, jaringan) dalam proses
produksi untuk suatu kepentingan tertentu.
Bioteknologi berkembang
di segala bidang dengan pesatnya. Beberapa bioteknologi yang diaplikasikan
dalam kehidupan manusia misalnya bayi tabung, rekayasa genetika, tanaman
transgenik dan pengklonan. Adapun dampak positif bioteknologi mencakup beberapa
bidang, yaitu pada bidang pangan, bidang kesehatan, bidang lingkungan, bidang
pertanian, bidang peternakan, bidang hukum, dan bidang pengolahan limbah. Serta
dampak negatif bioteknologi juga mencakup beberapa bidang yaitu pada bidang
kesehatan, bidang lingkungan, bidang etika dan moral serta dalam sektor
perekonomian.
Teknologi
informasi ialah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi
dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan
lebih cepat, lebih luas cakupan sebarannya dan lebih lama.
Secara
filosofis, kearifan lokal dapat diartikan sebagai sistem pengetahuan masyarakat
lokal/pribumi (indigenous knowledge
systems) yang bersifat empirik dan pragmatis. Bersifat empirik karena hasil
olahan masyarakat secara lokal berangkat dari fakta-fakta yang terjadi di
sekeliling kehidupan mereka. Bertujuan pragmatis karena seluruh konsep yang
terbangun sebagai hasil olah pikir dalam sistem pengetahuan itu bertujuan untuk
pemecahan masalah sehari-hari.
Saran yang dapat kami sampaikan
seperti apa yang kami kemukakan di atas adalah kita sebagai manusia yang bijak
harus mampu menggunakan teknologi secara
bijak pulan, serta kita harus mempunyai prinsip: “kita harus menguasai
teknologi agar nantinya kita dapat memperbudak bukan di perbudak teknologi”.
DAFTAR
PUSTAKA
Ahira,
anne. 2011. “Pengertian Teknologi Informasi”. http://www.anneahira.com/pengertian-teknologi-informasi.htm.
Diakses pada 22 Mei 2014 pukul 12: 22 WIB.
Dian
Kurniawan, Rika. 2010. “Bioteknologi”. http://blog.elearning.unesa.ac.id/rika-dian-kurniawan/bioteknologi.
Diakses pada 22 Mei 2014 pukul 12:19 WIB.
Burhanuddin,
Achmad. 2013. “Bioteknologi”. http://inueds.blogspot.com/2013/06/bioteknologiteknologi-informasi-dan.html.
Diakses pada 22 Mei 2014 pukul 12:15 WIB.
Febriani,
Pelsi. 2012. “Teknologi Informasi dan Teknologi Kearifan Lokal”. http://pelsifebriani.wordpress.com/2012/12/08/teknologi-informasi-dan-teknologi-kearifan-lokal/
Pratiwi, D.A, dkk. 2007. Biologi. Jakarta: Erlangga.
Romadhon. 2011. “Bioteknologi”. http://romadhon-byar.blogspot.com/2011/10/bioteknologi.html. Diakses pada 22 Mei 2014 pukul 12:22 WIB.
Saputra, Ade. 2013. Budaya Hukum & Kearifan Lokal; Sebuah Perspektif Perbandingan.
Jakarta: Universitas Pancasila Press.
Tim Ilmu Alamiah Dasar MKU UMS & Tim MUP.
2008. Ilmu Kealaman Dasar. Surakarta:
Muhammadiyah University Press.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar