TUGAS KELOMPOK
PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN
Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teori Membaca
Dosen Pengampu: M. Fakhrur Saifudin, S.Pd, M.Pd
Disusun oleh :
1.
Fitri Yulianti A310130155
2.
Devi Ratnasari A310130148
3.
Budi Muhammad D A310130136
4.
Adetiya A310130160
Kelas : 1 D
PENDIDIKAN
BAHASA, SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH SURAKARTA
Tahun
2013
KATA PENGANTAR
Alhamdulillah
segala puji syukur hanya kita panjatkan kehadirat Allah Swt atas kekuatan,
kesempatan, kesehatan dan limpahan nikmat lainnya yang telah diberikan kepada
kami, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan Makalah ini dengan
judul “Pembelajaran Membaca Pemahaman”. Makalah ini disusun untuk memenuhi
tugas Teori Membaca di tahun pembelajaran 2013-2014 Universitas Muhammadiyah
Surakarta dengan harapan dapat bermanfaat dan dapat menambah ilmu pengetahuan
bagi kita semua.
Kami menyadari
bahwa dalam penulisan karya tulis ini masih banyak terdapat kekurangan, oleh
karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari
berbagai pihak pembaca.
Akhirnya kami
berharap, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca atau pihak yang
membutuhkan.
Surakarta,
14 Desember 2013
Penulis
i
DAFTAR ISI
Halaman Judul
Kata Pengantar …………………............………………..…………………… i
Daftar
Isi…………………………………………………...………….............
ii
BAB I PENDAHULUAN……............…………………………..…..………. 1
A. Latar
Belakang……………….…..…………………………..…..... 1
B. Rumusan Masalah…………………...……...………….……......... 1
C.
Tujuan.............................................................................................. 1
D.
Manfaat............................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN……........…………………………….………...... 3
A. Hakikat
Membaca Pemahaman...................................................... 3
B. Aspek-aspek
Membaca Pemahaman.............................................. 3
C.
Tujuan Membaca Pemahaman....................................................... 3
D.
Tingkatan Membaca
Pemahaman.................................................. 4
E.
Langkah-langkah dalam Membaca
Pemahaman............................ 5
F.
Mengaplikasikan Strategi Pembelajaran
Aktif di Kelas................. 5
BAB III PENUTUP……………............………….………….........…..........
7
A.
Kesimpulan...................................................................................... 7
B.
Saran................................................................................................ 7
Daftar
Pustaka..................................................................................................... 8
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Membaca merupakan suatu keterampilan berbahasa
yang selalu ada dalam setiap tema
pembelajaran. Hal tersebut membuktikan pentingnya penguasaan keterampilan
membaca. Sebenarnya, membaca itu, bukan sekedar memahami lambang-lambang
tertulis, melainkan pula memahami, menerima, menolak, membandingkan dan
meyakini pendapat-pendapat yang ada dalam bacaan. Membaca pemahaman inilah yang
dibina dan dikembangkan secara bertahap pada sekolah (Tompubolon:1987).
Membaca
pemahaman merupakan pengajaran yang sangat penting. Jika diselenggarakan dengan
baik, pengajaran ini akan memberikan dampak positif terhadap keberhasilan
belajar siswa pada masa mendatang. Untuk itu kompetensi membaca pemahaman harus
dibelajarkan dan diukur ketercapaiannya secara lebih intensif daripada
kemampuan membaca yang lain.
Dalam
menyampaikan sebuah materi pembelajaran, perlu dikembangkan adanya
strategi-strategi dalam menyajikan kandungan isi atau informasi dari suatu
kajian tersebut. Modifikasi dan pengembangan langkah sangat diperlukan ketika
strategi tertentu akan diterapkan di dalam kelas.
B. Rumusan Masalah
1. Apakah
hakikat membaca pemahaman?
2. Apa
sajakah aspek-aspek dalam membaca pemahaman?
3. Apakah
tujuan membaca pemahaman?
4. Apa
sajakah tingkatan membaca pemahaman?
5. Bagaimanakah
langkah-langkah membaca pemahaman?
6. Bagaimanakah
cara mengaplikasikan strategi pembelajaran aktif di kelas?
C. Tujuan Rumusan Masalah
1. Untuk
mengetahui hakikat membaca pemahaman.
2. Untuk
mengetahui aspek-aspek dalam membaca pemahaman.
3. Untuk
mengetahui tujuan membaca pemahaman.
4. Untuk
mengetahui tingkatan membaca pemahaman.langkah-langkah membaca pemahaman.
5. Untuk
mengetahui langkah-langkah membaca pemahaman.
6. Untuk
mengetahui cara mengaplikasikan salah satu strategi pembelajaran aktif di
kelas.
D. Manfaat
1. Membantu
meningkatkan keterampilan membaca, khususnya membaca pemahaman.
2. Mengorganisasikan bahan yang dibaca dalam kaitan yang mudah di pahami.
3. Mengaplikasikan
strategi-strategi aktif dalam menyampaikan kajian pembelajaran.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Hakikat Membaca Pemahaman
Membaca
pemahaman merupakan suatu proses pemerolehan makna yang secara aktif melibatkan
pengetahuan dan pemahaman atau pengalaman yang dimiliki oleh pembaca (Somadayo,
2011:10). Menurut kamus psikologi pemahaman berasal dari kata insight berarti wawasan, pengertian
pengetahuan yang mendalam atau suatu pengertian pengetahuan yang mendalam atau
penilaian yang beralasan mengenai reaksi-reaksi pengetahuan atau kecerdasan dan
kemampuan yang dimiliki seseorang. Membaca pemahaman juga dapat dikatakan suatu
proses untuk mengenali, mengidentifikasi teks, kemudian mengingat kembali isi
teks (Tampubolon, 1987).
Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan
bahwa membaca pemahaman adalah suatu proses untuk mengidentifikasi teks-teks
yang melibatkan pemahaman dan pengetahuan yang bertujuan untuk menguraikan
atau mengorganisasi isi teks, bisa
mengevaluasi sekaligus dapat merespon apa yang tersurat atau tersirat dalam
teks.
B. Aspek-aspek Membaca Pemahaman
Membaca
pemahaman dapat dikategorikan dalam berbagai aspek yaitu, meliputi:
1. Memahami
pengertian sederhana
2
Memahami signifikansi atau makna (maksud dan tujuan
pengarang relevansi/keadaan kebudayaan, reaksi pembaca)
3.
Evaluasi atau penilaian (isi, bentuk)
4.
Kecepatan membaca
yang fleksibel, yang mudah disesuaikan dengan keadaan (Broughton dalam H.G.
Tarigan, 1986:12)
C. Tujuan Membaca Pemahaman
Tujuan membaca pemahaman adalah untuk memperoleh
sukses dalam pemahaman penuh terhadap argumen-argumen yang logis, urutan-urutan
etoris atau pola-pola teks, pola-pola simbolisnya, nada-nada tambahan yang
bersifat emosional dan juga sarana-sarana linguistik yang dipergunakan untuk
mencapai tujuan (H.G. Tarigan, 1986:36).
Selain tujuan, ada pula prinsip-prinsip membaca
pemahaman menurut McLaughlin dan Allen dalam Farida Rahim, mengemukakan sebagai
berikut:
1.
Pemahaman merupakan proses konstruktivis sosial.
2.
Keseimbangan kemahiraksaraan adalah kerangka kerja
kurikulum yang membantu perkembangan pemahaman.
3.
Guru membaca yang profesional (unggul) mempengaruhi
belajar siswa.
4.
Pembaca yang baik memegang peranan yang strategis dan
berperan aktif dalam proses membaca.
5.
Membaca hendaknya terjadi dalam konteks yang bermakna.
6.
Siswa menemukan manfaat membaca yang berasal dari
berbagai teks pada berbagai tingkatan kelas.
7.
Perkembangan kosakata dan pembelajaran mempengaruhi
pemahaman membaca.
8.
Pengikutsertaan adalah suatu faktor kunci pada proses
pemahaman.
9.
Strategi dan keterampilan membaca bisa diajarkan.
10.
Asesmen yang dinamis menginformasikan pembelajaran
membaca pemahaman (McLaughlin dan Allen dalam Farida Rahim, 2008:3-4)
D. Tingkatan Membaca Pemahaman
1. Pemahaman
literal adalah kemampuan memahami informasi yang dinyatakan secara eksplisit
dalam teks. Pemahaman literal merupakan pemahaman tingkat paling rendah.
Pemahaman literal dibutuhkan dalam proses pemahaman bacaan secara keseluruhan.
Pemahaman literal merupakan prasyarat bagi pemahaman yang lebih tinggi (Burns
dan Roe dalam Hairuddin, dkk, 2008).
2. Pemahaman inferensial adalah
kemampuan memahami informasi yang dinyatakan secara tidak langsung (tersirat)
dalam teks. Memahami teks secara inferensial berarti memahami apa yang
diimplikasikan oleh informasi-informasi yang dinyatakan secara eksplisit dalam
teks.
3.
Pemahaman
kritis merupakan kemampuan mengevaluasi materi teks. Pemahaman kritis pada
dasarnya sama dengan pemahaman evaluatif. Pembaca membandingkan informasi yang
ditemukan dalam teks dengan norma-norma tertentu, pengetahuan, dan latar
belakang pengalaman pembaca untuk menilai teks.
4. Pemahaman kreatif merupakan kemampuan untuk
mengungkapkan respon emosional dan estetis terhadap teks yang sesuai dengan
standar pribadi dan standar profesional. Dalam pemahaman kreatif, pembaca
dituntut menggunakan daya imajinasinya untuk memperoleh gambaran baru yang
melebihi apa yang disajikan penulis (Hafni dalam Hairuddin, dkk, 2008).
E. Langkah-langkah dalam Membaca Pemahaman
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam membaca pemahaman:
1. Membaca teks secara berulang-ulang.
2. Menuliskan
kembali hal-hal yang dianggap penting.
3. Membuat kesimpulan tentang isi teks.
4. Merespon atau
mempraktekan isi bacaan, dalam hal ini menyeleksi bacaan.
F. Mengaplikasikan
Strategi Pembelajaran Aktif di dalam Kelas.
Ada beberapa macam strategi atau model pembelajaran yang membuat siswa
aktif di kelas. Salah satunya adalah model pembelajaran teman sebaya (peer learning). Mengajar teman sebaya
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari sesuatu dengan
baik. Pada waktu yang sama, ia menjadi narasumber bagi temannya.
Salah satu jenis dari model pembelajaran teman sebaya adalah belajar model
Jigsaw (Jigsaw Learning). Belajar
model jigsaw merupakan strategi yang menarik untuk digunakan jika materi yang akan
dipelajari dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan materi tersebut tidak
mengharuskan urutan penyampaian. Kelebihan strategi ini adalah dapat melibatkan
seluruh peserta didik dalam belajar dan sekaligus mengajarkan kepada orang
lain. Berikut ini merupakan langkah-langkahnya:
1.
Pilihlah materi pelajaran yang dapat dibagi menjadi
beberapa segmen.
2.
Bagi peserta didik menjadi beberapa kelompok sesuai
dengan jumlah segmen atau bagian yang ada. Jika jumlah peserta didik adalah 50,
sementara jumlah segmen yang ada adalah 5, maka masing-masing kelompok terdiri
dari 10 orang. Jika jumlah ini dianggap terlalu besar, bagi lagi menjadi 5
orang, kemudian setelah proses selesai gabungkan kedua kelompok pecahan
tersebut.
3.
Setiap kelompok mendapat tugas membaca dan memahami
materi kuliah yang berbeda-beda.
4.
Setiap kelompok mengirimkan anggotanya ke kelompok
lain untuk menyampaikan apa yang telah mereka pelajari di kelompok.
5.
Kembalikan suasana kelas seperti semula kemudian
tanyakan sekiranya ada persoalan-persoalan yang tidak terpecahkan dalam
kelompok.
6.
Beri peserta didik beberapa pertanyaan untuk mengecek
pemahaman mereka terhadap materi.
Pengecekan pemahaman siswa dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan
mereka dalam memahami materi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Membaca pemahaman adalah suatu proses untuk
mengidentifikasi teks-teks yang melibatkan pemahaman dan pengetahuan yang
bertujuan untuk menguraikan atau mengorganisasi isi teks, bisa mengevaluasi sekaligus dapat merespon apa
yang tersurat atau tersirat dalam teks. Tujuan dari kegiatan membaca
pemahaman adalah untuk mendapatkan informasi yang mendalam serta pemahaman
tentang apa yang dibaca. Tingkatan atau kategori pemahaman membaca ada empat
yaitu, literal, inferensial, kritis, dan kreatif. Dalam membaca pemahaman ada
langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam membaca, yaitu menentukan tujuan
membaca, preview, membaca secara keseluruhan isi bacaan dengan cermat, dan
mengemukakan kembali isi bacaan dengan menggunakan kalimat dan kata-kata
sendiri.
Ada beberapa macam strategi atau model pembelajaran yang membuat siswa
aktif di kelas. Salah satunya adalah model pembelajaran teman sebaya (peer learning). Mengajar teman sebaya
memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari sesuatu dengan
baik. Pada waktu yang sama, ia menjadi narasumber bagi temannya. Salah satu
jenis dari model pembelajaran teman sebaya adalah belajar model Jigsaw (Jigsaw Learning).
B. Saran
Sehubungan dengan hasil dari makalah ini disarankan
sebagai berikut:
1. Bagi para
guru, model-model pembelajaran dapat digunakan sebgai acuan agar siswa dapat
menjadi semakin aktif di kelas
2. Pada
waktu kegiatan pembelajaran berlangsung, guru sebaiknya melakukan mobilisasi
secara efektif di dalam kelas. Hal ini dilakukan untuk memberikan bimbingan
pada siswa ketika melakukan kegiatan belajar.
DAFTAR PUSTAKA
Nana, Sudjana. 1992. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung
: PT Remaja Rosdakarya.
Tarigan, Henry Guntur. 1986. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan
Berbahasa. Angkasa: Bandung.
Zainal, Hisyam, Bermawy Munthe dan Sekar Ayu Aryani. 2008. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta:
Pustaka Insan Madani.
ii

Tidak ada komentar:
Posting Komentar