Selasa, 30 September 2014

TUGAS KELOMPOK
PEMBELAJARAN MEMBACA PEMAHAMAN


Makalah Ini Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Teori Membaca
Dosen Pengampu: M. Fakhrur Saifudin, S.Pd, M.Pd




    Disusun oleh :
           1.        Fitri Yulianti                 A310130155
           2.        Devi Ratnasari              A310130148
           3.        Budi Muhammad D     A310130136
           4.        Adetiya                          A310130160
      
                     Kelas     : 1 D



PENDIDIKAN BAHASA, SASTRA INDONESIA DAN DAERAH
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
Tahun 2013



KATA PENGANTAR

    Alhamdulillah segala puji syukur hanya kita panjatkan kehadirat Allah Swt atas kekuatan, kesempatan, kesehatan dan limpahan nikmat lainnya yang telah diberikan kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan  Makalah ini dengan judul “Pembelajaran Membaca Pemahaman”. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas Teori Membaca di tahun pembelajaran 2013-2014 Universitas Muhammadiyah Surakarta dengan harapan dapat bermanfaat dan dapat menambah ilmu pengetahuan bagi kita semua.
    Kami menyadari bahwa dalam penulisan karya tulis ini masih banyak terdapat kekurangan, oleh karena itu kami sangat  mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari berbagai pihak pembaca.
    Akhirnya kami berharap, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca atau pihak yang membutuhkan.


                                                                              Surakarta, 14 Desember 2013


                                                                              Penulis










i
DAFTAR ISI

Halaman Judul
Kata Pengantar …………………............………………..……………………     i
Daftar Isi…………………………………………………...………….............     ii

BAB I  PENDAHULUAN……............…………………………..…..……….    1
            A.   Latar Belakang……………….…..…………………………..….....    1
            B.   Rumusan Masalah…………………...……...………….…….........     1
            C.   Tujuan..............................................................................................     1
            D.   Manfaat............................................................................................     2

BAB II     PEMBAHASAN……........…………………………….………......     3
A.       Hakikat Membaca Pemahaman......................................................      3
B.       Aspek-aspek Membaca Pemahaman..............................................      3
C.       Tujuan Membaca Pemahaman.......................................................      3
D.       Tingkatan Membaca Pemahaman..................................................      4
E.        Langkah-langkah dalam Membaca Pemahaman............................      5
F.        Mengaplikasikan Strategi Pembelajaran Aktif di Kelas.................     5

BAB III   PENUTUP……………............………….………….........…..........    7
A.    Kesimpulan......................................................................................     7
B.     Saran................................................................................................     7

Daftar Pustaka.....................................................................................................    8


BAB I
PENDAHULUAN

A.  Latar Belakang
Membaca merupakan suatu keterampilan berbahasa yang selalu ada dalam setiap tema pembelajaran. Hal tersebut membuktikan pentingnya penguasaan keterampilan membaca. Sebenarnya, membaca itu, bukan sekedar memahami lambang-lambang tertulis, melainkan pula memahami, menerima, menolak, membandingkan dan meyakini pendapat-pendapat yang ada dalam bacaan. Membaca pemahaman inilah yang dibina dan dikembangkan secara bertahap pada sekolah (Tompubolon:1987).
Membaca pemahaman merupakan pengajaran yang sangat penting. Jika diselenggarakan dengan baik, pengajaran ini akan memberikan dampak positif terhadap keberhasilan belajar siswa pada masa mendatang. Untuk itu kompetensi membaca pemahaman harus dibelajarkan dan diukur ketercapaiannya secara lebih intensif daripada kemampuan membaca yang lain.
Dalam menyampaikan sebuah materi pembelajaran, perlu dikembangkan adanya strategi-strategi dalam menyajikan kandungan isi atau informasi dari suatu kajian tersebut. Modifikasi dan pengembangan langkah sangat diperlukan ketika strategi tertentu akan diterapkan di dalam kelas.

B.  Rumusan Masalah
           1.      Apakah hakikat membaca pemahaman?
           2.      Apa sajakah aspek-aspek dalam membaca pemahaman?
           3.      Apakah tujuan membaca pemahaman?
           4.      Apa sajakah tingkatan membaca pemahaman?
           5.      Bagaimanakah langkah-langkah membaca pemahaman?
           6.      Bagaimanakah cara mengaplikasikan strategi pembelajaran aktif di kelas?

C.  Tujuan Rumusan Masalah
1.      Untuk mengetahui hakikat membaca pemahaman.
2.      Untuk mengetahui aspek-aspek dalam membaca pemahaman.
3.      Untuk mengetahui tujuan membaca pemahaman.
4.      Untuk mengetahui tingkatan membaca pemahaman.langkah-langkah membaca pemahaman.
5.      Untuk mengetahui langkah-langkah membaca pemahaman.
6.      Untuk mengetahui cara mengaplikasikan salah satu strategi pembelajaran aktif di kelas.

D.  Manfaat
1.      Membantu meningkatkan keterampilan membaca, khususnya membaca pemahaman.
2.      Mengorganisasikan bahan yang dibaca dalam kaitan yang mudah di pahami.
3.      Mengaplikasikan strategi-strategi aktif dalam menyampaikan kajian pembelajaran.




BAB II
PEMBAHASAN

A.  Hakikat Membaca Pemahaman
Membaca pemahaman merupakan suatu proses pemerolehan makna yang secara aktif melibatkan pengetahuan dan pemahaman atau pengalaman yang dimiliki oleh pembaca (Somadayo, 2011:10). Menurut kamus psikologi pemahaman berasal dari kata insight berarti wawasan, pengertian pengetahuan yang mendalam atau suatu pengertian pengetahuan yang mendalam atau penilaian yang beralasan mengenai reaksi-reaksi pengetahuan atau kecerdasan dan kemampuan yang dimiliki seseorang. Membaca pemahaman juga dapat dikatakan suatu proses untuk mengenali, mengidentifikasi teks, kemudian mengingat kembali isi teks (Tampubolon, 1987).
Dari beberapa definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa membaca pemahaman adalah suatu proses untuk mengidentifikasi teks-teks yang melibatkan pemahaman dan pengetahuan yang bertujuan untuk menguraikan atau mengorganisasi isi teks, bisa mengevaluasi sekaligus dapat merespon apa yang tersurat atau tersirat dalam teks.

B.  Aspek-aspek Membaca Pemahaman
Membaca pemahaman dapat dikategorikan dalam berbagai aspek yaitu, meliputi:
1.       Memahami pengertian sederhana
2      Memahami signifikansi atau makna (maksud dan tujuan pengarang relevansi/keadaan kebudayaan, reaksi pembaca)
3.        Evaluasi atau penilaian (isi, bentuk)
4.    Kecepatan membaca yang fleksibel, yang mudah disesuaikan dengan keadaan (Broughton dalam H.G. Tarigan, 1986:12)

C.  Tujuan Membaca Pemahaman
Tujuan membaca pemahaman adalah untuk memperoleh sukses dalam pemahaman penuh terhadap argumen-argumen yang logis, urutan-urutan etoris atau pola-pola teks, pola-pola simbolisnya, nada-nada tambahan yang bersifat emosional dan juga sarana-sarana linguistik yang dipergunakan untuk mencapai tujuan (H.G. Tarigan, 1986:36).
Selain tujuan, ada pula prinsip-prinsip membaca pemahaman menurut McLaughlin dan Allen dalam Farida Rahim, mengemukakan sebagai berikut:
1.        Pemahaman merupakan proses konstruktivis sosial.
2.        Keseimbangan kemahiraksaraan adalah kerangka kerja kurikulum yang membantu perkembangan pemahaman.
3.        Guru membaca yang profesional (unggul) mempengaruhi belajar siswa.
4.        Pembaca yang baik memegang peranan yang strategis dan berperan aktif dalam proses membaca.
5.        Membaca hendaknya terjadi dalam konteks yang bermakna.
6.        Siswa menemukan manfaat membaca yang berasal dari berbagai teks pada berbagai tingkatan kelas.
7.        Perkembangan kosakata dan pembelajaran mempengaruhi pemahaman membaca.
8.        Pengikutsertaan adalah suatu faktor kunci pada proses pemahaman.
9.        Strategi dan keterampilan membaca bisa diajarkan.
10.    Asesmen yang dinamis menginformasikan pembelajaran membaca pemahaman (McLaughlin dan Allen dalam Farida Rahim, 2008:3-4)

D.  Tingkatan Membaca Pemahaman
1.  Pemahaman literal adalah kemampuan memahami informasi yang dinyatakan secara eksplisit dalam teks. Pemahaman literal merupakan pemahaman tingkat paling rendah. Pemahaman literal dibutuhkan dalam proses pemahaman bacaan secara keseluruhan. Pemahaman literal merupakan prasyarat bagi pemahaman yang lebih tinggi (Burns dan Roe dalam Hairuddin, dkk, 2008).
2.   Pemahaman inferensial adalah kemampuan memahami informasi yang dinyatakan secara tidak langsung (tersirat) dalam teks. Memahami teks secara inferensial berarti memahami apa yang diimplikasikan oleh informasi-informasi yang dinyatakan secara eksplisit dalam teks.
3.    Pemahaman kritis merupakan kemampuan mengevaluasi materi teks. Pemahaman kritis pada dasarnya sama dengan pemahaman evaluatif. Pembaca membandingkan informasi yang ditemukan dalam teks dengan norma-norma tertentu, pengetahuan, dan latar belakang pengalaman pembaca untuk menilai teks.
4.  Pemahaman kreatif merupakan kemampuan untuk mengungkapkan respon emosional dan estetis terhadap teks yang sesuai dengan standar pribadi dan standar profesional. Dalam pemahaman kreatif, pembaca dituntut menggunakan daya imajinasinya untuk memperoleh gambaran baru yang melebihi apa yang disajikan penulis (Hafni dalam Hairuddin, dkk, 2008).

E.  Langkah-langkah dalam Membaca Pemahaman
Ada beberapa langkah yang dapat dilakukan dalam membaca pemahaman:
1.    Membaca teks secara berulang-ulang.
2.    Menuliskan kembali hal-hal yang dianggap penting.             
3.    Membuat kesimpulan tentang isi teks.
4.    Merespon atau mempraktekan isi bacaan, dalam hal ini menyeleksi bacaan.

F.   Mengaplikasikan Strategi Pembelajaran Aktif di dalam Kelas.
Ada beberapa macam strategi atau model pembelajaran yang membuat siswa aktif di kelas. Salah satunya adalah model pembelajaran teman sebaya (peer learning). Mengajar teman sebaya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari sesuatu dengan baik. Pada waktu yang sama, ia menjadi narasumber bagi temannya.
Salah satu jenis dari model pembelajaran teman sebaya adalah belajar model Jigsaw (Jigsaw Learning). Belajar model jigsaw merupakan strategi yang menarik untuk digunakan jika materi yang akan dipelajari dapat dibagi menjadi beberapa bagian dan materi tersebut tidak mengharuskan urutan penyampaian. Kelebihan strategi ini adalah dapat melibatkan seluruh peserta didik dalam belajar dan sekaligus mengajarkan kepada orang lain. Berikut ini merupakan langkah-langkahnya:
1.    Pilihlah materi pelajaran yang dapat dibagi menjadi beberapa segmen.
2.    Bagi peserta didik menjadi beberapa kelompok sesuai dengan jumlah segmen atau bagian yang ada. Jika jumlah peserta didik adalah 50, sementara jumlah segmen yang ada adalah 5, maka masing-masing kelompok terdiri dari 10 orang. Jika jumlah ini dianggap terlalu besar, bagi lagi menjadi 5 orang, kemudian setelah proses selesai gabungkan kedua kelompok pecahan tersebut.
3.    Setiap kelompok mendapat tugas membaca dan memahami materi kuliah yang berbeda-beda.
4.    Setiap kelompok mengirimkan anggotanya ke kelompok lain untuk menyampaikan apa yang telah mereka pelajari di kelompok.
5.    Kembalikan suasana kelas seperti semula kemudian tanyakan sekiranya ada persoalan-persoalan yang tidak terpecahkan dalam kelompok.
6.    Beri peserta didik beberapa pertanyaan untuk mengecek pemahaman mereka terhadap materi.
Pengecekan pemahaman siswa dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kemampuan mereka dalam memahami materi.















BAB III
PENUTUP

A.  Kesimpulan
Membaca pemahaman adalah suatu proses untuk mengidentifikasi teks-teks yang melibatkan pemahaman dan pengetahuan yang bertujuan untuk menguraikan atau mengorganisasi isi teks, bisa mengevaluasi sekaligus dapat merespon apa yang tersurat atau tersirat dalam teks. Tujuan dari kegiatan membaca pemahaman adalah untuk mendapatkan informasi yang mendalam serta pemahaman tentang apa yang dibaca. Tingkatan atau kategori pemahaman membaca ada empat yaitu, literal, inferensial, kritis, dan kreatif. Dalam membaca pemahaman ada langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam membaca, yaitu menentukan tujuan membaca, preview, membaca secara keseluruhan isi bacaan dengan cermat, dan mengemukakan kembali isi bacaan dengan menggunakan kalimat dan kata-kata sendiri.
Ada beberapa macam strategi atau model pembelajaran yang membuat siswa aktif di kelas. Salah satunya adalah model pembelajaran teman sebaya (peer learning). Mengajar teman sebaya memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari sesuatu dengan baik. Pada waktu yang sama, ia menjadi narasumber bagi temannya. Salah satu jenis dari model pembelajaran teman sebaya adalah belajar model Jigsaw (Jigsaw Learning).

B.  Saran
Sehubungan dengan hasil dari makalah ini disarankan sebagai berikut:
1. Bagi para guru, model-model pembelajaran dapat digunakan sebgai acuan agar siswa dapat menjadi semakin aktif di kelas
2. Pada waktu kegiatan pembelajaran berlangsung, guru sebaiknya melakukan mobilisasi secara efektif di dalam kelas. Hal ini dilakukan untuk memberikan bimbingan pada siswa ketika melakukan kegiatan belajar.


DAFTAR PUSTAKA

Nana, Sudjana. 1992. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Tarigan, Henry Guntur. 1986. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Angkasa: Bandung.
Zainal, Hisyam, Bermawy Munthe dan Sekar Ayu Aryani. 2008. Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Pustaka Insan Madani.






ii

Tidak ada komentar:

Posting Komentar