Kamis, 10 April 2014

Sunyi


“Gadis kecil berkacamata itu, duduk dengan mendekap erat kedua kakinya.

Ia merasakan pori-porinya membentuk lubang dingin yang menggigilkan hati.

Sekali lagi ia menatap keluar jendela, menyaksikan daun-daun berguguran diterpa derasnya hujan.

Siang yang indah itu dipayungi samudera awan mendung yang menggulung-gulung tampak saling berkejaran di persada angkasa.

Menenggelamkan sang raja hari yang semakin tidak tampak entah kemana.

Gadis kecil itu menatapi jejak-jejak perjalanannya diiringi kengerian detak jarum jam yang membunuh sang waktu..

 Perlahan ia memejamkan mata indahnya..

Sunyi..”

 

14:35

FitriYulianti

20-12-2013

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar