“Gadis kecil berkacamata itu, duduk
dengan mendekap erat kedua kakinya.
Ia merasakan pori-porinya membentuk
lubang dingin yang menggigilkan hati.
Sekali lagi ia menatap keluar
jendela, menyaksikan daun-daun berguguran diterpa derasnya hujan.
Siang yang indah itu dipayungi
samudera awan mendung yang menggulung-gulung tampak saling berkejaran di
persada angkasa.
Menenggelamkan sang raja hari yang
semakin tidak tampak entah kemana.
Gadis kecil itu menatapi jejak-jejak
perjalanannya diiringi kengerian detak jarum jam yang membunuh sang waktu..
Perlahan ia memejamkan mata indahnya..
Sunyi..”
14:35
FitriYulianti
20-12-2013
Tidak ada komentar:
Posting Komentar