Kamis, 05 Desember 2013

Apakah Linguistik itu?




Soeparno

2002

Dasar-dasar Linguistik Umum

Yogyakarta, Penerbit PT. Tiara Wacana


Linguistik atau ilmu bahasa adalah disiplin ilmu yang mempelajari bahasa secara luas dan umum. (Soeparno, 2002 : 21 )


Linguistik mempunyai beberapa cakupan yaitu cakupan secara luas dan secara umum. Secara luas berarti cakupannya meliputi semua aspek dan komponen bahasa. Secara umum berarti sasarannya tidak hanya terbatas pada salah satu bahasa saja (misalnya bahasa Indonesia saja), akan tetapi semua bahasa yang ada di dunia.




Tugas 1 Linguistik Umum

Fitri Yulianti

A 310 130 155

Mimpi

Aku terkadang, bahkan mungkin..

Sering rapuh.. berdiri tapi terinjak bumi..

Melukis warna hitam putihnya hari-hari sendiri..

Kadang terlintas di fikiranku..

Andaikan aku punya sayap..

Aku pasti akan bisa terbang di indahnya angkasa..

Meluapkan segala apa yang ada di benakku..

Tapi itu hal bodoh, yang mungkin hanya akan menjadi sebuah mimpi belaka..

Meskipun seperti itu, aku percaya..

Mimpi adalah jembatan dari sebuah perwujudan nyata..

Gaung Hati


Cinta..

Sedang apa kau disana?

Ku kirimkan rinduku pada semilir angin yang membelaimu..

Lembut..


Cinta..

Apa yang saat ini engkau rasakan di sana?

Ku peluk hatiku dengan kepingan cintaku yang tersisa..


Cinta..

Bagaimanakah keadaanmu disana?

Taukah engkau ku terhanyut dalam segenap perasaanku..

Mencoba untuk mengepakkan sayap-sayap usangku yang mulai patah..


Cinta..

Aku ada karna kau ada..

Aku di lahirkan untukmu..

Dan kau dilahirkan untukku..


Bagaimana aku bisa mencintai orang lain..

Bagaimana orang lain memiliki banyak tambatan hati..

Sedang hati mereka hanya satu..


Begitu pula aku..

Satu hatiku telah terisi engkau.. Cintaku..


Dengarkan risalah kalbu ini..

Dengarkan gaung hati ini..

Kau adalah belahan jiwaku.. Selamanya..

Lorong gelap derita

Jejak-jejak kaki itu..

Serasa telah pergi jauh meninggalkan

Segumpal perasaan yang menyesakkan dada..

Sebuah suara yang nanar..

Mencambuk palung jiwa yang rapuh ini..

Tubuhku terasa kaku membeku..

Ingin aku paparkan semua yang ada di hati ini..

Merasuki jiwa kelamnya..

Menyesak ke dalam relung kalbunya yang garang..

Diantara lorong-lorong sepi nan gelap..

Mungkin sudah tak bisa lagi ku gapai

Jemarimu yang penuh amarah..

Semua luka yang kau beri..

Dan darah yang bercucuran deras..

Membanjiri lorong pembantaian..

Bak teras Neraka..

Kupaksakan tubuh ini menyusuri derap langkahmu..

Mematahkan kaki dan meremukkan tangan..

Terasa puing-puing lorong itu..

Hancur remuk menerpa kepalaku..

Mata yang tak lagi jernih memandangmu..

Telinga yang tak lagi dapat mendengar..

Apapun yang menderaku..

Mulut yang tak bisa lagi terbuka, olehmu..

Sungguh malang..

Jiwa ragaku kau siakan..

Dan kulihat dengan ekor mataku..

Kau tak kembali..

Ataupun berhenti menoleh kepadaku..

Dibalik tubuhmu yang mengerikan..

Kubisa melihat garis senyum picik di bibirmu..

Meninggalkan tubuhku..

Terkubur diantara dinding lorong..

Gelap nan sunyi..

Merasakan sekat..

HIDUP dan MATI.. !

23/02/13

Bersama sang Fajar

 

"..Terasa tetes embun jatuh pada dedaunan yang rimbun..
Sang fajar mulai menampakkan wajahnya..
Menegaskan hijaunya warna pepohonan di ambang nusantara..
Mengantarkan setiap umat manusia memulai ikhtiarnya..
Untuk menyambung nafas hidupnya.."
20/02/13